Pemerintah ingin melakukan konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik. Targetnya pun tidak main-main hingga 120 juta unit. Pendiri Bintang Racing Team (BRT), Tomy Huang, menilai angka tersebut sulit direalisasikan dalam waktu dekat, terutama jika dikaitkan dengan masa jabatan pemerintahan saat ini. "Sebenarnya program konversi ini kalau Pak Prabowo bilang 120 juta unit itu mungkin dia salah informasi atau memang mungkin program jangka panjang beliau gitu. Dengan masa pemerintahan sekarang yang tinggal 3 tahun, program itu agak sulit," ujar Tomy kepada Kompas.com, Senin (6/4/2026). "Kemudian juga mengacu kepada peraturan Menteri ESDM sebelumnya (Arifin Tasrif) itu kan hanya 10 persen dari populasi ya," ujarnya. Ilustrasi paket modifikasi motor listrik balap dari BRT Di mana sebelumnya, program pemerintah itu 2 juta kendaraan listrik termasuk di dalamnya konversi motor listrik di Indonesia "Ya betul, itu kan 10 persen dari populasi yang dianggap bahwa asumsinya 10 persen itu Meniru dari mobil listrik China itu (agar) menjadi pemicu agar dikenal masyarakat dan mengubah kebiasaan," kata Tomy. "Kalau setahu saya waktu zamannya Pak Arifin, nah mungkin ada pemikiran lain yang mau dibuat Pak Prabowo bersama Pak Bahlil," ujarnya. "Tetapi balik lagi kalau disuruh 120 juta dalam masa prioritas di jabatan presiden itu sih enggak realistis," kata Tomy. Menurut Tomy, jika mengacu pada kebijakan sebelumnya saat Arifin Tasrif menjabat sebagai Menteri ESDM, target konversi motor listrik lebih realistis berada di kisaran 10 persen dari total populasi kendaraan. Redaksi KOMPAS.com menjajal Honda Tiger bertenaga listrik garapan BRT ElectricAngka tersebut dinilai cukup untuk menjadi pemicu awal agar masyarakat mulai mengenal dan beralih ke kendaraan listrik. Sebagai informasi, BRT atau Bintang Racing Team merupakan perusahaan asal Indonesia yang bergerak di bidang riset dan pengembangan komponen otomotif, khususnya sistem elektronik seperti ECU (Engine Control Unit). BRT dikenal luas di dunia balap nasional maupun internasional sebagai penyedia teknologi performa kendaraan termasuk sebagai bengkel konversi bersertifikasi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang