Ducati mengawali musim MotoGP 2026 dengan hasil yang belum sesuai harapan, meski tampil kompetitif di sesi sprint race. Dalam dua seri awal, duet andalan Ducati, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, belum mampu meraih kemenangan di race utama. Pada seri pembuka di Sirkuit Buriram, Bagnaia finis di posisi kesembilan, sementara Marquez gagal finis setelah mengalami kecelakaan. Berlanjut ke seri Brasil, hasil Ducati belum juga membaik. Marquez hanya mampu finis keempat, sedangkan Bagnaia terjatuh usai kehilangan kendali saat berada di rombongan depan. Kendati demikian, Marquez sempat mencatatkan hasil positif dengan menjuarai sprint race di Brasil, sekaligus menjadi kemenangan pertamanya musim ini. Sementara itu, performa impresif justru ditunjukkan oleh Aprilia. Pebalapnya, Marco Bezzecchi, berhasil menyapu bersih dua kemenangan pada balapan utama. Dari kubu Ducati, hasil terbaik di Brasil diraih Fabio Di Giannantonio yang finis di posisi ketiga, meski terpaut hampir empat detik dari Bezzecchi. Hasil tersebut membuat Di Giannantonio menjadi pebalap Ducati terbaik di klasemen sementara, namun masih tertinggal 19 poin dari Bezzecchi. Adapun Marquez terpaut 22 poin dari puncak. General Manager Ducati Corse, Luigi Dall'Igna, tidak menampik kekecewaannya atas hasil di Brasil. Ia menilai performa tim masih jauh dari ekspektasi. “Sirkuit baru selalu menghadirkan tantangan, terutama dalam hal set-up teknis dan manajemen ban di tengah ritme balap yang sangat ketat,” ujar Dall’Igna dikutip Corsedimoto, Sabtu (27/3/2026). “Bagi kami, ini adalah Grand Prix yang berada di bawah ekspektasi. Sangat kontras dengan hasil kualifikasi yang gemilang di mana kami meraih pole position dan kemenangan di Sprint Race hari Sabtu” lanjutnya. Marc Marquez saat sesi tes resmi Buriram 2026 Meski demikian, Dall’Igna mengingatkan tim agar tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi situasi ini. Ia menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh untuk mengembalikan performa terbaik motor Desmosedici. “Kami harus memperbaiki beberapa aspek dan terus bekerja keras dengan tetap menjaga kesabaran serta ketenangan,” kata dia. Lebih lanjut, Dall’Igna juga memberikan penilaian berbeda kepada dua pebalap utamanya. Ia memuji determinasi Marquez yang dinilai tetap tampil maksimal di tengah keterbatasan performa motor. “Sementara Bagnaia melakukan kesalahan krusial di kualifikasi. Di trek seperti ini, di mana menyalip sangat sulit, mengejar ketertinggalan dari posisi start yang buruk adalah tugas yang sangat berat,” ucapnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang