Populasi motor listrik di Indonesia terus bertambah dari tahun ke tahun. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir, penambahannya nyaris mencapai 200 ribu unit!Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), populasi motor listrik di Indonesia hanya 31 ribu unit pada 2022. Namun, tiga tahun setelahnya, atau pada 2025, angkanya sudah mencapai 229 ribu unit. Maka, selama periode tersebut, ada pertumbuhan 198 ribuan unit kendaraan baru. "Kita lihat ini (kendaraan listrik) terus tumbuh dan yang terbesar sektor roda dua. Tapi dibandingkan angka 140 juta motor bensin, ini belum apa-apa. Makanya, butuh akselerasi dan percepatan," ujar Kepala BBSP KEBTKE Kementerian ESDM, Trois Dilisusendi di Senayan, Jakarta Pusat.Menurut Kementerian ESDM, segini populasi motor listrik di Indonesia. Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBALTak heran jika dalam periode tersebut ada kenaikan penjualan motor listrik besar-besaran. Sebab, sejak 2022 hingga 2024, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp 7 juta/unit untuk konsumen di Indonesia.Ketika subsidi dihentikan akhir 2024, penjualan motor listrik mengalami perlambatan. Jika dari 2023 ke 2024 transaksinya nyaris 80 ribu unit, maka dari 2024 ke 2025 hanya 50 ribuan unit.Secara umum, kata Trois, ada 358 ribuan unit kendaraan listrik yang tersebar di Indonesia hingga Februari 2026. Sementara 65 persennya disumbang motor listrik. Sisanya dibagi-bagi ke mobil, bus, hingga truk listrik."Jadi kalau kita melihat total populasi kendaraan listrik, angkanya sudah 358 ribuan unit, di mana memang terbesar masih disumbang roda dua," kata dia.Berikut Populasi Motor Listrik dari Tahun ke Tahun2020 - 3.357 unit2021 - 13.903 unit2022 - 31.101 unit2023 - 93.510 unit2024 - 170.588 unit2025 - 229.820 unit2026 (Feb) - 236.451 unit.