Upaya mempercepat konversi sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik tidak hanya soal teknologi dan insentif. Juru Bicara KOSMIK (Komunitas Sepeda/Motor Listrik) Indonesia, Hendro Sutono, mengatakan, di balik target besar tersebut terdapat kebutuhan mendasar yang tak kalah penting, yakni ketersediaan montir yang kompeten. "Tanpa montir yang cukup dan kompeten, target 120 juta motor listrik hanya akan menjadi ambisi yang terdengar besar, tetapi kosong di lapangan," katanya kepada Kompas.com, Rabu (1/4/2026). Menurut dia, tahap awal pengembangan ekosistem konversi sangat penting untuk membentuk standar kualitas yang jelas dan terukur. Produk conversion kit, alias paket konversi motor listrik buatan PT Musashi Auto Parts Indonesia "Tahap ini penting untuk memastikan bahwa standar kualitas terbentuk sejak awal. Tanpa standar yang jelas, konversi massal justru berpotensi menimbulkan masalah baru, mulai dari kualitas hasil konversi yang tidak seragam hingga risiko keselamatan," ujarnya. Hendro menambahkan, pendekatan yang terlalu berfokus pada jumlah justru berisiko mengabaikan fondasi utama dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Alih-alih mengejar jumlah secara instan, fokus diarahkan pada pembentukan ekosistem yang solid, dimulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia juga menyoroti tantangan ke depan yang tidak ringan, terutama dalam mencetak montir andal dalam jumlah besar tanpa menurunkan standar kualitas. Konversi motor listrik Yamaha Vega ZR Slank Edition oleh Elders Elettrico "Ke depan, tantangan terbesar adalah bagaimana mempercepat pembentukan montir yang andal tanpa mengorbankan kualitas," katanya. "Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan pelaku industri untuk memperluas jangkauan pelatihan serta memastikan ketersediaan fasilitas dan peralatan yang memadai," ujarnya. Hendro juga menilai, program pelatihan montir konversi memang tidak terlihat mencolok, tetapi memiliki peran krusial dalam mendukung transformasi besar di sektor transportasi. "Program pelatihan montir konversi ini mungkin tidak terlihat spektakuler di permukaan. Tidak ada angka penjualan besar atau peluncuran produk baru. Namun, justru di sinilah letak perannya yang paling penting, membangun fondasi yang memungkinkan transformasi besar itu benar-benar terjadi," katanya. Honda Tiger hasil konversi motor listrik karya BRT Electric "Pada akhirnya, transisi ini tidak akan ditentukan oleh seberapa canggih teknologinya, tetapi oleh seberapa siap tangan-tangan yang mengerjakannya di lapangan," ujar Hendro. Pemerintah sebenarnya telah menjalankan program pelatihan teknis konversi sepeda motor BBM menjadi motor listrik yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM melalui PPSDM KEBTKE. Meski demikian, ia mengakui bahwa skala pelatihan saat ini masih jauh dari memadai jika dibandingkan dengan target konversi 120 juta unit sepeda motor. Kuota pelatihan yang masih puluhan hingga ratusan orang menunjukkan bahwa program ini masih berada pada tahap awal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang