Keinginan pemerintah untuk mengonversi hingga 120 juta sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik menuai beragam tanggapan dari pelaku industri. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menilai rencana tersebut perlu dilihat secara lebih realistis, terutama dari sisi jumlah populasi kendaraan dan kesiapan anggaran. “Agak susah untuk berkomentar ya, saya enggak tahu yang dimaksud itu apa. Karena 120 juta itu kan total populasi, apakah semuanya mau dikonversi saya juga enggak tahu,” kata Tekno di Jakarta, Selasa (14/4/2026). Polytron Fox 350 Ia menjelaskan, angka 120 juta unit pada dasarnya merupakan total populasi motor di Indonesia saat ini. Kemudian pada dasarnya belum tentu seluruh pemilik kendaraan tersebut bersedia atau mampu mengikuti program konversi ke listrik. Pada sisi lain, Tekno menilai bahwa salah satu tujuan utama dari rencana tersebut adalah untuk menekan beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini cukup besar. “Bayangan saya mungkin kan harapannya bisa mengurangi subsidi BBM ya,” ujarnya. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa program konversi juga berpotensi membutuhkan anggaran besar, terutama jika pemerintah ingin memberikan insentif atau subsidi kepada masyarakat. Bengkel konversi motor listrik di Solo, bisa mengajukan subsidi Rp 10 juta dari pemerintah “Tapi kita kalau asumsi aja misalkan, subsidinya mau berapa? Mau Rp 100 triliun gitu misalkan ngomong kosong, subsidi BBM yang ada hari ini kan,” kata Tekno. Ia kemudian memberikan gambaran sederhana terkait kebutuhan anggaran jika subsidi benar-benar diberikan per unit kendaraan. “Ya kita kalau mau konversi satu motor mau kasih berapa? (misal) Rp 5 juta?. Berarti itu baru dapat 20 juta (unit konversi). Nah kalau mau 120 juta (unit) berarti butuh berapa kalinya, enam kalinya,” ujarnya. Dari perhitungan sederhana tersebut, terlihat bahwa skala program konversi 120 juta motor tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi dan minat masyarakat, tetapi juga faktor lain. Dukung Program Elektrifikasi, Puluhan Siswa SMK Lakukan Konversi Motor Listrik Untuk diketahui, konversi motor bensin ke listrik sudah dilakukan melalui berbagai program pemerintah, termasuk pemberian subsidi untuk mendorong adopsi kendaraan listrik. Namun, jumlahnya masih relatif terbatas dibandingkan total populasi kendaraan roda dua di Indonesia. Karena itu, wacana konversi massal dalam skala puluhan hingga ratusan juta unit butuhkan perencanaan matang, baik dari sisi infrastruktur, kesiapan industri, hingga skema pembiayaan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang