Industri sepeda motor di Indonesia masih menunjukkan arah pertumbuhan yang positif, ditopang oleh meningkatnya kapasitas produksi dan ekspor. Pemerintah pun mendorong penguatan industri dalam negeri melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan perluasan pasar ekspor, agar produk buatan Indonesia semakin kompetitif di kancah global. Dalam beberapa tahun terakhir, tren kendaraan roda dua tidak hanya didominasi oleh motor konvensional, tetapi juga motor listrik yang semakin diminati masyarakat. Ilustrasi pabrik motor Benelli di Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat Kondisi ini sekaligus membuka peluang besar bagi industri nasional untuk berkembang lebih jauh, baik di pasar domestik maupun internasional. Dorongan pemerintah terhadap industri ini tidak main-main. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), Setia Diarta, menegaskan pentingnya penguatan TKDN dan penerapan standar nasional untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri. “Pemerintah akan terus mengawal pertumbuhan industri otomotif nasional agar berkembang sesuai dengan arah kebijakan, khususnya dalam peningkatan TKDN dan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI),” ujar Setia, dikutip dari keterangan resmi (14/4/2026). AHM Best Student 2023 mengunjungi pabrik motor Honda. “Langkah ini penting untuk memastikan industri dalam negeri semakin kompetitif, berdaya saing global, serta mampu memberikan nilai tambah yang optimal bagi perekonomian nasional,” kata dia. Sementara itu, Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menekankan bahwa setiap investasi di sektor manufaktur harus memberikan nilai tambah bagi dalam negeri. “Kami menekankan pentingnya setiap investasi di sektor manufaktur tidak hanya berorientasi pada pasar, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah dalam negeri melalui implementasi TKDN yang terukur dan bertahap,” ujar Saleh. Ilustrasi perakitan motor di pabrik Yamaha Di sisi lain, kinerja ekspor sepeda motor juga menjadi sorotan. Meski sempat mengalami penurunan secara bulanan pada Maret 2026, tren secara keseluruhan masih menunjukkan pertumbuhan yang positif. Berdasarkan data AISI, sepanjang Januari hingga Maret 2026, ekspor motor dalam bentuk utuh (CBU) mencapai 159.582 unit. Capaian tersebut naik sekitar 18,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa permintaan global terhadap motor buatan Indonesia tetap terjaga. Dengan kombinasi antara dorongan peningkatan TKDN, penguatan ekspor, dan percepatan adopsi motor listrik, industri sepeda motor nasional berada di jalur yang tepat menuju kemandirian dan daya saing global. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang