Konversi motor bensin menjadi listrik sedang digadang pemerintah untuk jadi salah satu cara mempercepat adopsi kendaraan listrik. Bahkan rencananya sedang disiapkan subsidi untuk konversi motor bensin jadi listrik. Namun, proses konversi tidak sesederhana mengganti mesin, karena ada sejumlah hal penting yang harus dipersiapkan sejak awal. Paket konversi motor listrik buatan Nagara. Jadi yang termurah setelah disubsidi, harga Rp 4 juta Ferry S Budiyanto, punggawa bengkel spesialis motor listrik Tics EV di Depok, mengatakan bahwa langkah pertama adalah menentukan kebutuhan penggunaan. “Sebenarnya nomor satu konteks itu adalah kebutuhannya apa,” ujar Ferry kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut dia, setelah kebutuhan jelas, barulah menentukan basis motor yang akan dikonversi. Secara umum, motor matik dinilai paling ideal untuk kebutuhan harian. “Kalau untuk daily di perkotaan, paling benar ya matik. Pertama simpel, tinggal ngegas. Kedua posisi duduknya lebih nyaman,” kata Ferry. Selain itu, motor matik juga memiliki keunggulan dari sisi ruang penyimpanan. Ferry menjelaskan, kompartemen yang lebih banyak memudahkan penempatan komponen seperti baterai dan kontroler. “Kalau buat taruh kontroler lebih gampang, karena ruangannya besar. Bahkan jarak tempuh juga bisa lebih jauh karena space baterainya lebih besar,” ujarnya. Setelah menentukan basis, komponen utama yang harus disiapkan meliputi dinamo atau motor BLDC, kontroler, dan baterai. Ferry menegaskan, baterai menjadi salah satu komponen paling krusial dalam konversi. “Pertama bahan motornya apa. Kedua dinamo, kontroler. Baterai terutama, sebagai catatan, pasti mengubah konstruksi,” kata Ferry. Ia menambahkan, proses konversi juga menuntut perubahan struktur pada motor. Mulai dari pelepasan mesin hingga pembuatan dudukan baru untuk menopang komponen listrik. “Harus siap motornya rela dibongkar, mesin dicabut. Terus bikin bracket mounting, dudukan BLDC dan segala macam,” ujarnya. Dari sisi biaya, Ferry menyebut konversi dasar bisa dimulai dari sekitar Rp 10 jutaan, di luar harga motor. Spesifikasi tersebut umumnya menggunakan motor listrik 2.000 watt dengan baterai 72V 20Ah. “Controller sekitar 100 ampere. Range-nya sekitar 50 kilometer, bisa 50 sampai 60 kilometer kalau pakai ring 14,” kata Ferry. Dengan berbagai penyesuaian tersebut, konversi motor listrik bukan hanya soal mengganti sumber tenaga. Perencanaan matang dan kesiapan modifikasi menjadi kunci agar hasilnya optimal dan sesuai kebutuhan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang