JAKARTA, KOMPAS.com - Taksi listrik Green SM Indonesia kembali menjadi perhatian publik menyusul insiden kecelakaan yang melibatkan salah satu kendaraan di pelintasan sebidang JPL 11, lintas Stasiun Kampung Bandan–Kemayoran, Jakarta Pusat. Peristiwa tersebut menjadi insiden terbaru setelah sebelumnya sejumlah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan Green SM sempat ramai diperbincangkan di ruang publik. Mulai dari menabrak bagian belakang Transjakarta, terperosok ke selokan, hingga kejadian di pelintasan kereta api, rangkaian insiden ini memicu sorotan terhadap aspek keselamatan operasional layanan taksi listrik tersebut. Menanggapi hal itu, pihak Green SM Indonesia menyampaikan pernyataan resmi terkait kecelakaan yang terjadi di perlintasan sebidang tersebut. Manajemen menyebut telah mengetahui adanya insiden yang melibatkan kendaraan operasional mereka di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Layanan Green SM Airport dirancang untuk memenuhi kebutuhan para penumpang bandara. Dalam keterangannya, Green SM Indonesia menyatakan tengah bekerja sama dengan pihak berwenang untuk memastikan insiden tersebut ditangani secara bertanggung jawab. Berdasarkan temuan awal, kendaraan Green SM terlibat dalam sebuah insiden di dekat perlintasan kereta api yang mengakibatkan kerusakan pada kendaraan. "Green SM menegaskan bahwa keselamatan penumpang, pengemudi, serta masyarakat luas selalu dan akan terus menjadi prioritas utama perusahaan," tulis keterangan resmi Green SM Indonesia yang diterima Kompas.com, Jumat (2/1/2026). Pihak perseroan menegaskan bahwa seluruh pengemudi Green SM disebut telah melalui proses rekrutmen, verifikasi, dan pelatihan yang terstruktur sebelum mulai beroperasi. "Pelatihan tersebut mencakup praktik berkendara aman, pengendalian kendaraan, hingga pengoperasian kendaraan listrik sesuai standar operasional dan keselamatan yang berlaku," lanjut keterangan tersebut. Sebagai informasi, layanan taksi listrik Green SM resmi meluncur di Indonesia pada 18 Desember 2024. Kehadirannya sempat menyedot perhatian karena mengusung konsep transportasi ramah lingkungan berbasis kendaraan listrik. Namun, dalam perjalanannya, sejumlah insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan armada Green SM turut menjadi sorotan publik. Kondisi ini mendorong perusahaan untuk melakukan evaluasi berkelanjutan demi memastikan layanan tetap berjalan sesuai dengan regulasi dan standar keselamatan yang ditetapkan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang