Taksi listrik asal Vietnam, Green SM diduga penyebab KRL ditabrak Kereta Api Jarak Jauh Tragedi kecelakaan di perlintasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, yang melibatkan rangkaian kereta api dengan satu unit taksi listrik Green SM menyisakan duka mendalam. Insiden tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan kini menjadi perhatian serius otoritas transportasi nasional. Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan. Tim dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi bersama pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan kendaraan untuk mengumpulkan data teknis. Proses ini dilakukan guna mendapatkan gambaran utuh terkait kronologi kejadian, termasuk kemungkinan faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Peristiwa tersebut turut memicu perhatian publik terhadap rekam jejak operasional armada taksi listrik ini selama beroperasi di Indonesia. Berdasarkan sejumlah catatan yang dirangkum VIVA Otomotif Selasa 28 April 2026, insiden di perlintasan kereta bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, kejadian serupa disebut pernah terjadi di kawasan Kemayoran pada Januari 2026 serta di Cengkareng pada Oktober 2025.Selain insiden di perlintasan rel, beberapa kejadian di jalan raya juga sempat menjadi sorotan. Salah satunya terjadi di Karang Tengah, Tangerang, pada awal 2026, ketika sebuah unit dilaporkan bergerak mundur hingga menabrak bangunan. Ada pula kecelakaan tunggal di kawasan Roxy pada 2025, serta insiden benturan dengan kendaraan lain di Jakarta pada akhir tahun yang sama.Seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik dalam layanan transportasi umum, aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Teknologi kendaraan listrik yang relatif baru di segmen ini menuntut adanya standar operasional dan pengawasan yang semakin ketat, baik dari sisi operator maupun regulator.Oleh karena itu, hasil investigasi resmi dari KNKT akan menjadi kunci untuk menjelaskan apakah insiden dipicu oleh faktor manusia, kondisi infrastruktur, atau aspek teknis kendaraan. Kejelasan tersebut dinilai penting sebagai dasar evaluasi menyeluruh terhadap operasional transportasi publik berbasis listrik.Pihak manajemen Green SM Indonesia menyatakan akan kooperatif dan mengikuti seluruh proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Sembari menunggu hasil resmi, masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi agar proses investigasi dapat berjalan objektif dan transparan.