Bagi sebagian besar pengemudi taksi online, jalan raya adalah kantor sehari-hari. Namun, hiruk-pikuk lalu lintas Jakarta sering kali membuat profesi ini dipandang sebelah mata. Melalui kolaborasi bersama Korlantas Polri, mereka menggelar program pengembangan profesional bagi para mitra pengemudinya. Bagi para peserta, agenda ini bukan sekadar pelatihan formalitas di atas kertas, melainkan sebuah bentuk pengakuan nyata terhadap profesi yang mereka geluti. Pelatihan yang digelar di Indonesia Driving Center (ISDC) ini menggabungkan sesi teori di dalam kelas dan evaluasi praktik di lapangan. Fokus utamanya mencakup kesadaran berlalu lintas, perilaku berkendara yang aman (safety riding), standar pelayanan penumpang, hingga disiplin profesi. Korlantas Polri berikan pelatihan safety driving kepada para pengemudi taksi Green SM Deny Tjia, Managing Director of Green SM Indonesia, mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat keterampilan berkendara yang aman serta meningkatkan kesadaran akan keselamatan lalu lintas di kalangan pengemudi. Ke depan, program edukasi komparatif dan aplikatif ini diproyeksikan akan menjadi standar wajib bagi seluruh armada yang beroperasi. "Kami akan terus mengevaluasi dan memperkuat proses pelatihan, pengawasan, dan operasional kami guna semakin meningkatkan kualitas dan keselamatan layanan kami," kata Deny, saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu. Korlantas Polri berikan pelatihan safety driving kepada para pengemudi taksi Green SM Pelatihan ini digelar untuk mewujudkan pengemudi yang lebih sadar akan keselamatan berkendara dan ketertiban lalu lintas, sekaligus menanggapi banyaknya keluhan masyarakat terkait sejumlah kecelakaan yang melibatkan taksi Green SM. Pentingnya Manajemen Emosi Bagi mitra pengemudi bernama Rachmat, materi paling berharga yang ia serap justru bukan soal teknik memutar kemudi atau bermanuver, melainkan aspek psikologis berkendara (attitude). “Yang terpenting adalah tetap tenang di jalan. Begitu emosi menguasai, konsentrasi akan hilang,” kata Rachmat, dalam keterangan resmi Green SM, belum lama ini. Sebagai layanan ride-hailing berbasis kendaraan listrik, Xanh SM memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkontribusi terhadap mobilitas yang lebih bersih dan berkelanjutan. Mengemudi di kota sepadat Jakarta, menjaga kestabilan emosi saat terjebak macet berjam-jam sama krusialnya dengan kemampuan teknis mengendalikan kendaraan. Kesalahan kecil akibat hilangnya fokus bisa berakibat fatal. Perspektif menarik juga datang dari Hani, salah satu pengemudi wanita yang ikut serta dalam pelatihan tersebut. Di tengah cuaca panas, Hani tetap antusias mencatat poin-poin penting pada sesi pelayanan penumpang. Bagi Hani, momen ini menjadi pembuktian bahwa peran pengemudi wanita juga dipandang setara dan serius. Perjalanan dengan kendaraan listrik Xanh SM memberikan pengalaman yang lebih nyaman tanpa polusi suara. “Menjadi pengemudi akhirnya terasa seperti profesi yang diakui dan sah. Itu membuat saya merasa lebih percaya diri dengan pekerjaan yang saya lakukan,” ujar Hani. “Semuanya terhubung dengan pekerjaan kita. Aturan lalu lintas, pelayanan, cara kita memperlakukan penumpang,” kata Hani. Selama Ramadhan, Xanh SM menghadirkan berbagai promo spesial untuk mendukung mobilitas yang lebih hijau. Targetkan Ribuan Pengemudi Kolaborasi jangka panjang antara Green SM dan Korlantas Polri ini ditargetkan tidak berhenti sebagai program sekali jalan. Langkah ini menjadi stimulus awal untuk membangun budaya tertib lalu lintas yang lebih masif di sektor mobilitas Indonesia. Pada fase awal, program ini melibatkan 300 mitra pengemudi. Ke depan, inisiatif ini akan digulirkan secara bertahap dengan target menjangkau sekitar 7.000 pengemudi di berbagai wilayah Indonesia. Ketika pelatihan berakhir, para pengemudi pulang membawa sesuatu yang lebih berharga daripada sekadar lembaran sertifikat. Mereka pulang dengan membawa rasa hormat, tanggung jawab baru, dan kebanggaan atas profesi yang mereka jalani setiap hari di aspal jalanan.