Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) untuk memperkuat industri baterai kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, Toyota menggelontorkan investasi sebesar Rp1,3 triliun guna memproduksi baterai secara mandiri sekaligus membangun ekosistem rantai pasok dari hulu hingga hilir. Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah memiliki lini produksi battery pack di Karawang. Fasilitas tersebut digunakan untuk memasok kebutuhan baterai model hybrid seperti Toyota Kijang Innova Zenix HEV, Toyota Veloz HEV, dan Toyota Yaris Cross HEV. Ke depan, kerja sama dengan CATL akan mendorong peningkatan kapasitas produksi hingga mencakup pembuatan sel baterai dan modul secara menyeluruh. “Komponen sel baterai dan modul yang saat ini masih diimpor, nantinya akan diproduksi oleh sumber daya manusia Indonesia. Kemitraan ini tidak hanya meningkatkan investasi, tetapi juga mendukung upaya menuju netralitas karbon melalui penguatan rantai pasok lokal,” ujar Nandi. Baca juga: Penjualan Mobil Maret 2026 Turun Tajam, Toyota Tetap Pimpin Pasar Langkah ini dinilai strategis karena mampu meningkatkan kandungan lokal baterai sekaligus mengurangi ketergantungan impor. Selain itu, pengembangan produksi dalam negeri juga akan memperkuat daya saing industri otomotif nasional serta membuka peluang Indonesia menjadi basis produksi dan ekspor kendaraan elektrifikasi. Nandi menambahkan, peningkatan lokalisasi akan berdampak signifikan terhadap tingkat komponen dalam negeri (TKDN). “Sebelumnya hanya sekitar 8 persen karena masih sebatas perakitan. Dengan produksi sel dan modul sendiri, angkanya bisa mencapai 80 persen,” jelasnya. Melalui pendekatan ini, TMMIN juga menjadi pelopor di Asia Tenggara dalam produksi sel dan modul baterai. Rencananya, ekspor baterai—baik yang terpasang pada kendaraan maupun dalam bentuk komponen—akan dimulai pada paruh kedua 2026, memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan elektrifikasi.