Perusahaan taksi listrik Green SM sampai mengunggah tiga kali pernyataan tertulis terkait kecelakaan kereta api di Bekasi, Jawa Barat. Ketiga pernyataan Green SM itu menyatakan bahwa perusahaan taksi listrik asal Vietnam tersebut berkomitmen kerja sama dengan pihak terkait untuk investigasi kecelakaan tersebut.Kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur diduga bermula ketika ada kereta commuter line menabrak taksi listrik Green SM di perlintasan kereta api di Jalan Ampera. Akibat kecelakaan itu, kereta commuter line lainnya tertahan di Stasiun Bekasi Timur. Nahas, kereta commuter line yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur itu ditabrak Kereta Argo Bromo. Akibat kecelakaan ini, 16 orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.3 Pernyataan Taksi Green SMTak sedikit masyarakat yang menyoroti taksi hijau Green SM yang terlibat kecelakaan di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi. Sebab, mobil listrik tersebut dilaporkan mogok di tengah-tengah perlintasan kereta api sehingga tertemper kereta commuter line yang melintas. Green SM melalui akun Instagram resminya sampai tiga kali menyampaikan pernyataan tertulisnya. Pernyataan pertama diunggah pada Senin (27/4/2026) malam setelah kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Mereka menyebut telah menyampaikan informasi kepada pihak berwenang. Berikut isinya."Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas.Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.Kami akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi," demikian pernyataannya."Pada 28 April 2026, Green SM kembali mengunggah pernyataan kedua. Isinya soal ucapan duka dan insiden yang masih dalam proses investigasi. Berikut isi pernyataan Green SM kedua:"Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman.Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi.Keselamatan dan transparansi tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar operasional yang ketat guna mendukung keselamatan pengemudi, penumpang, dan masyarakat."Kemarin, Rabu (29/4/2026), Green SM kembali mengunggah ucapan belasungkawa terhadap korban kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. Green SM juga menegaskan komitmen untuk menghadapi masa-masa ini. Berikut isinya:"Green SM menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban atas insiden di area Stasiun Bekasi Timur.Kami turut berduka atas kehilangan yang terjadi. Doa kami menyertai keluarga yang ditinggalkan serta para korban lainnya. Semoga kekuatan, ketabahan, serta dukungan senantiasa hadir dalam melalui masa sulit ini.Kami berkomitmen untuk terus hadir dengan tulus, mengambil bagian bersama masyarakat Indonesia dalam menghadapi masa ini, serta terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam memastikan dukungan yang diperlukan dapat diberikan."Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri Kompol Sandhi Wiedyanoe mengungkap masalah teknis yang dialami taksi Green SM yang berhenti di perlintasan kereta api (KA) Bekasi Timur hingga berujung tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL."Kecelakaan ini diakibatkan dari korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik. Di mana tepat permasalahan itu terjadi di perlintasan Ampera, perlintasan rel kereta api di Ampera," kata Sandhi Wiedyanoe kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).Sandhi menambahkan palang kereta tempat taksi tersebut berhenti dibuat swadaya oleh masyarakat.Saksikan Live DetikSore: