Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat dan seluruh pihak terkait untuk menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kecelakaan kereta api di Bekasi Timur beberapa waktu lalu. Dudy mengatakan, proses investigasi yang dilakukan KNKT masih berjalan secara menyeluruh dan objektif, dengan mengumpulkan fakta serta informasi di lapangan, serta mempertimbangkan berbagai aspek melalui analisis komprehensif. "Untuk itu, mari kita sama-sama menghormati proses tersebut dan menunggu hasil investigasi untuk mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan," kata Dudy dalam keterangan resminya, Senin (4/5/2026). Sidak di Poll taksi Green SM Bekasi KNKT telah melakukan simulasi sistem persinyalan kereta api sebagai bagian dari investigasi pasca insiden kecelakaan kereta rel listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Simulasi tersebut dilakukan untuk memahami kemungkinan penyebab teknis, khususnya terkait fungsi dan respons sistem persinyalan saat kejadian. Hingga saat ini, proses investigasi lainnya masih terus dilakukan KNKT. Seperti diketahui, kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek yang menelan korban jiwa beberapa waktu lalu juga melibatkan taksi hijau (Green SM). Kementerian Perhubungan juga telah melakukan sidak ke pool Green SM Bekasi dan menemukan sejumlah temuan untuk didalami. Taksi hijau Green SM ditabrak KRL di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (26/4/2026). Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Yusuf Nugroho mengatakan, sidak merupakan bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan SMK PAU yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan PM Nomor 85 Tahun 2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum. “Dalam hal terjadinya insiden, Ditjen Perhubungan Darat dapat melakukan audit dan inspeksi melalui pengamatan dan pemantauan. Jadi yang kita lakukan ini sudah sesuai dengan pasal 16 di PM 85 tahun 2018, bahwa dalam kondisi tertentu seperti kecelakaan lalu lintas yang menonjol atau berulang, Ditjen Hubdat dapat melakukan audit dan inspeksi untuk memastikan aspek keselamatan,” kata Yusuf beberapa waktu lalu. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang