Kecelakaan di industri transportasi mulai dari bus sampai kereta api terus terjadi. Bahkan, kecelakaan tersebut sampai menewaskan belasan nyawa.Pekan ini, kecelakaan maut melibatkan bus ALS di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Bus ALS tersebut menabrak truk tangki BBM dan terbakar hebat. Akibat kecelakaan ini, 16 orang dilaporkan meninggal dunia.Kecelakaan itu terjadi di Jalinsum Simpang Danau, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumatera Selatan pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Dikutip detikSumbagsel, Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara Aiptu Iin Shodikin menjelaskan awalnya Bus ALS yang berisi diduga belasan orang itu melaju dari arah Lubuklinggau menuju ke Jambi. "Dari arah yang berlawanan, terdapat mobil tangki BBM yang berisi dua orang. Sesampainya di TKP, diduga Bus ALS masuk ke jalur yang berlawanan lantaran diduga menghindari lubang sehingga menabrak mobil tangki BBM tersebut," katanya, Rabu (6/5/2026).Akibat kejadian tersebut, kata Iin, kedua mobil tersebut terbakar hebat hingga mengakibatkan 16 orang tewas. Karim mengungkapkan dugaan kecelakaan tersebut karena bus ALS oleng ke jalur berlawanan, diduga hendak menghindari lubang."Keterangan dari kernet bus yang selamat, bus sempat oleng ke kanan. Diduga menghindari lubang hingga akhirnya masuk ke jalur orang dan menyebabkan bus beradu kambing dengan truk tangki BBM dari arah berlawanan," ungkapnya.Road Safety Association (RSA) menilai kecelakaan lalu lintas fatal hampir selalu lahir dari kegagalan banyak lapisan sistem secara bersamaan. Mulai dari kondisi jalan, keselamatan kendaraan, pengawasan operasional angkutan umum, manajemen kecepatan, hingga kesiapan mitigasi pasca kecelakaan."Ironisnya, Indonesia sesungguhnya telah memiliki kerangka kerja nasional keselamatan jalan yang cukup jelas melalui Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 2021-2040. Dalam regulasi tersebut, negara telah membagi peran dan tanggung jawab lintas sektor secara lebih terstruktur," kata Ketua Dewan Pengawas Road Safety Association (RSA) Rio Octaviano dalam keterangan tertulisnya.Pendekatan ini dikenal sebagai Safe System Approach atau Sistem Keselamatan Berlapis. Keselamatan jalan tidak dibebankan hanya kepada pengguna jalan, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh institusi negara sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing.Menurut Rio, pemerintah sebenarnya telah memiliki pembagian tanggung jawab yang jelas. Kementerian PUPR bertanggung jawab terhadap infrastruktur jalan yang berkeselamatan; Kementerian Perhubungan pada aspek kendaraan dan sistem transportasi; Korlantas PoLRI pada pengawasan, penegakan hukum, serta perilaku pengguna jalan; Kementerian Kesehatan dan Jasa Raharja pada penanganan pasca kecelakaan; serta pemerintah daerah dalam pelaksanaan dan pengawasan di wilayah masing-masing."RSA memandang, persoalan terbesar Indonesia saat ini bukan lagi ketiadaan konsep atau regulasi, melainkan lemahnya implementasi dan koordinasi lintas sektor di lapangan. Pemerintah masih terlalu sering bergerak setelah tragedi besar terjadi dan menjadi perhatian publik," kata Rio.Menurutnya, keselamatan jalan membutuhkan kerja kolektif yang terstruktur, bukan tumpang tindih peran. Setiap institusi harus memperkuat sektor tanggung jawabnya sendiri agar terbentuk perlindungan berlapis yang saling melengkapi."Padahal, kecelakaan lalu lintas adalah peristiwa yang dapat dicegah," sebutnya.Kata Rio, data kecelakaan nasional juga menunjukkan bahwa mayoritas kecelakaan terjadi pada kondisi yang dianggap "normal", seperti jalan lurus, cuaca cerah, dan permukaan jalan yang dinilai baik. Hal ini memperlihatkan bahwa keselamatan jalan tidak cukup hanya mengandalkan asumsi atau pendekatan parsial, tetapi membutuhkan sistem perlindungan yang benar-benar bekerja."Kecelakaan di Musi Rawas Utara harus menjadi momentum evaluasi serius bagi seluruh pemangku kepentingan. Jangan sampai setiap tragedi hanya berhenti pada proses investigasi, tanpa perubahan nyata terhadap sistem keselamatan secara menyeluruh," pungkasnya.