VinFast masih menunggu hasil investigasi pihak berwenang terkait kecelakaan kereta api yang melibatkan taksi Green SM di Bekasi, Jawa Barat, pada 27 April 2026. CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, mengatakan kini proses penyelidikan masih dilakukan oleh sejumlah instansi, termasuk Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan kepolisian. "Tentu kami bersimpati dan menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut. Saat ini prosesnya masih dalam tahap investigasi oleh pihak berwenang, KNKT, kepolisian, dan beberapa instansi terkait,” ujar Kariyanto di Jakarta, Rabu (20/5/2026). Vinfast Limo Green di IIMS 2026 Menurut dia, VinFast mendukung penuh proses investigasi yang sedang berjalan dengan menyediakan data yang dibutuhkan oleh pihak berwenang. Kariyanto menjelaskan, Green SM merupakan perusahaan terpisah yang berstatus sebagai operator taksi sekaligus pelanggan VinFast. “Green SM merupakan sister company sekaligus customer kami. Tetapi sebagai brand holder dan pemilik produk, tentu kami berkolaborasi dan mendukung seluruh proses penyelidikan dengan memberikan data yang kami miliki,” kata dia. Meski demikian, ia menegaskan hasil akhir investigasi sepenuhnya akan disampaikan oleh pihak berwenang. “Hasil akhirnya seperti apa nanti tentu statement akan diberikan oleh pihak terkait, dalam hal ini KNKT,” ujarnya. Sebagai informasi, Green SM merupakan bagian dari ekosistem VinFast di Indonesia yang juga mencakup VinFast Automobile sebagai pengelola fasilitas produksi di Subang, VinFast Trading Indonesia untuk distribusi kendaraan, serta V-Green yang menangani infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik. Namun Kariyanto menegaskan, operasional Green SM berjalan secara independen. Layanan Green SM Airport dirancang untuk memenuhi kebutuhan para penumpang bandara. “Green SM Indonesia itu perusahaan taksi terpisah, ada CEO-nya sendiri dan perusahaan sendiri. Jadi bagi kami, Green SM adalah customer yang membeli kendaraan dari kami,” kata Kariyanto. Sebelumnya melalui pernyataan resminya, Green SM mengaku telah menyerahkan informasi yang dibutuhkan kepada pihak berwenang dan berkomitmen mendukung proses penyelidikan yang sedang berjalan. “Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan,” tulis manajemen Green SM. Diketahui, insiden tersebut melibatkan taksi Green SM dan berujung pada tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.52 WIB. Berdasarkan data terakhir, kecelakaan tersebut menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang