Peralihan dari sepeda motor berbahan bakar bensin ke motor listrik tidak hanya soal teknologi, tetapi juga perubahan kebiasaan pengguna. Kebiasaan yang dulu dipakai saat mengendarai motor konvensional atau ICE harus diubah, disesuaikan dengan motor listrik. Jadi bukan cuma pakai teknologi lebih modern, tapi bisa mendapatkan manfaat yang lebih ekonomis. Gregory, Founder dan Anggota Patriot EV, komunitas motor listrik mengatakan, banyak pengguna baru yang belum siap bukan karena kendaraannya, melainkan pola pikirnya yang masih terbiasa dengan motor konvensional. Test ride motor listrik Alva N3 Ia menjelaskan, pengguna motor listrik harus lebih disiplin dalam merencanakan perjalanan. Mulai dari memperhitungkan jarak tempuh hingga memastikan ketersediaan daya baterai sebelum berangkat. “Kita harus lebih disiplin untuk jarak, planning. Kalau pakai motor listrik, mau ke mana, jarak sekian kilometer, cek dulu. Oke, baterai cukup, tapi nanti balik enggak cukup, dari awal sudah bawa casan,” ujarnya kepada Kompas.com, belum lama ini. Selain perencanaan, gaya berkendara juga ikut berubah karena karakter motor listrik berbeda. Gregory menyebut, pengguna harus mulai memanfaatkan fitur regenerative braking agar lebih efisien. “Kalau di ICE kita gas terus, tapi di motor listrik ada regen. Kadang kita lebih banyak diayun, gas buka, pas turunnya kita tutup, regen masuk (mengecas baterai). Jadinya lebih irit baterainya,” kata dia. Polytron Fox R Ia menambahkan, kesalahan umum pengguna adalah tetap berkendara agresif seperti motor bensin, yang justru membuat baterai cepat habis. “Itu yang banyak orang salah, digas terus akhirnya malah boros, enggak memanfaatkan regen-nya,” ucapnya. Sebagai contoh, Gregory menyarankan melepas gas lebih awal saat mendekati lampu merah untuk memaksimalkan pengisian daya. “500 meter mau lampu merah, lepas gas saja, itu akan mengisi (regen) ketimbang 50 meter baru rem,” kata dia. Di luar berkendara, kebiasaan mengisi daya juga harus dibangun secara konsisten. Pengguna dianjurkan langsung mengisi baterai saat tiba di rumah agar siap digunakan keesokan harinya. “Intinya dari user itu harus transisi. Pulang kerja colok (cas motor), tinggal tidur, paginya sudah penuh. Itu harus dibiasakan,” kata Gregory. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang