MotoGP merilis penyesuaian protokol penalti untuk musim 2026 yang akan menjadi acuan steward dalam menilai berbagai insiden di lintasan. Regulasi ini diumumkan menjelang MotoGP Thailand dan tetap dipimpin oleh kepala steward, mantan pebalap sekaligus komentator, Simon Crafar. Dikutip dari Crash, dokumen tersebut menjelaskan bahwa fokus utama penalti adalah keselamatan, keadilan, konsistensi, serta penggunaan “common sense” dalam setiap keputusan. Steward juga menegaskan tidak semua insiden di lintasan otomatis membutuhkan intervensi hukuman. Para pebalap memacu sepeda motor mereka saat memulai sesi Sprint Race MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (4/10/2025). Pebalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi menjuarai sesi tersebut dengan finis tercepat pertama dengan total waktu 19 menit 37,047 detik disusul pembalap BK8 Gresini Racing MotoGP Fermin Aldeguer di posisi kedua dan (kiri) dan pembalap Trackhouse MotoGP Team Raul Fernandez di posisi ketiga. ANTARAFOTO/Aditya Pradana Putra/nz Pada kasus pelan di racing line, pelanggaran yang merugikan pebalap lain di sesi kualifikasi hampir selalu berujung penalti kecuali ada kondisi khusus. Pelanggaran pertama umumnya hanya mendapat peringatan, tetapi hukuman akan meningkat jika terjadi berulang sepanjang musim. Untuk insiden duel di lintasan, steward membedakan antara “racing incident” dan manuver terlalu agresif. Jika aksi menyalip dianggap wajar maka tidak ada hukuman, tetapi manuver yang dinilai terlalu ambisius hingga menyebabkan tabrakan atau pebalap lain gagal finis bisa berujung long lap penalty atau pengurangan posisi. Jika tabrakan dinilai sebagai manuver tidak aman tanpa peluang menyalip yang realistis, hukuman menjadi lebih berat. Sebagai panduan, pebalap MotoGP dan Moto2 dapat menerima double long lap penalty, sementara Moto3 bisa mendapat double long lap atau start dari pitlane, terutama bila insiden terjadi di tikungan pertama atau lap pembuka. Steward juga memperketat aturan bendera kuning dan practice start. Pebalap wajib melambat saat latihan dan dilarang menyalip saat balapan di area bendera kuning, sementara pelanggaran start latihan yang tidak aman dapat diganjar penalti grid atau long lap penalty. Dalam hal pelaksanaan hukuman, penalti wajib dijalani pada seri berikutnya bahkan jika berlangsung di musim selanjutnya. Namun jika pebalap absen karena cedera atau sakit yang tidak berkaitan dengan insiden, hukuman dianggap sudah terpenuhi agar tidak memaksa pebalap turun balap dalam kondisi tidak fit. Perbedaan penting lainnya adalah tingkat hukuman antar kelas, di mana Moto3 akan menerima penalti lebih berat dibanding MotoGP dan Moto2 untuk pelanggaran serupa. Langkah ini bertujuan membentuk standar berkendara bagi pebalap muda sekaligus memastikan dampak hukuman tetap setara di semua kelas. Sementara itu, penalti disipliner pada umumnya tetap dijalankan di balapan utama hari Minggu, bukan sprint race. Pengecualian berlaku untuk pelanggaran tertentu seperti track limits, jump start, atau masalah teknis yang bisa langsung dihukum dalam sprint sesuai regulasi FIM MotoGP. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang