Asosiasi ojek online (ojol) Garda Indonesia meminta pemerintah mengalihkan subsidi BBM untuk motor listrik. Sebab, ketika harga minyak dunia melambung tinggi imbas perang di Timur Tengah, 'pasukan hijau' bisa hijrah ke kendaraan yang tak butuh bensin.Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono secara tak langsung mengatakan, jika harga BBM di dalam negeri benar-benar naik, maka driver ojol makin tercekik. Itulah mengapa, dia berharap, pemerintah memberikan kesempatan mitra untuk beralih ke motor listrik. "Ancaman krisis BBM berpotensi menimbulkan disrupsi ekonomi nasional. Oleh karena itu, Garda Indonesia secara tegas mendorong pemerintah Indonesia melakukan kajian komprehensif mengenai pengalihan sebagian subsidi BBM menjadi subsidi pembelian motor listrik bagi pengemudi ojol," ujar Igun kepada detikOto, Rabu (25/3)."Ekosistem ojol telah menjadi pilar utama dalam rantai pasok barang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta transportasi penumpang yang efisien," tambahnya.Ojol Grab pakai motor listrik VIAR Q1 di Manggarai. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detik.comDengan estimasi 7 juta driver ojol di seluruh Indonesia, pengalihan subsidi BBM ke motor listrik diklaim menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor BBM, menekan emisi gas rumah kaca, dan memperkuat ketahanan energi nasional."Asosiasi mengimbau pemerintah segera mengkaji dan mengimplementasikan kebijakan ini, termasuk skema pembiayaan kredit berbunga rendah bagi pengemudi ojol," ungkapnya.Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono. Foto: Taufiq Syarifudin/detikcomIgun mengaku, pihaknya siap menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah, aplikator ojol dan sektor pembiayaan untuk merealisasikan rencana tersebut. Dia berharap, pemangku kepentingan mau mendengarkan masukannya."Inisiatif tersebut tak hanya menjadi solusi mitigasi krisis BBM, melainkan juga katalisator transformasi ekonomi berkelanjutan melalui sektor gig economy," kata dia.