Penyesuaian rekayasa lalu lintas kembali dilakukan di Ruas Tol Jakarta–Cikampek untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama periode mudik Lebaran 2026. Salah satu perubahan penting adalah penutupan sementara akses masuk contraflow di KM 55 yang kini dialihkan ke titik lain. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama Kepolisian memutuskan untuk mengalihkan akses contraflow melalui KM 47 hingga KM 65. Kebijakan ini mulai diberlakukan pada pukul 10.05 WIB sebagai bagian dari upaya mengurai kepadatan di titik-titik krusial. Arus lalu lintas di Km 46 ruas jalan tol Jakarta - Cikampek, Kamis (19/3/2026) pagi. Penyesuaian ini tidak dilakukan secara permanen, melainkan bersifat situasional. Artinya, skema buka-tutup akses contraflow akan terus disesuaikan dengan kondisi lalu lintas di lapangan, termasuk mempertimbangkan faktor keselamatan pengguna jalan, kapasitas ruas tol, hingga efektivitas dalam mengurangi kemacetan. Vice President Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi lalu lintas. “JTT bersama Kepolisian dan stakeholder terkait terus melakukan pemantauan serta evaluasi secara berkala terhadap kondisi lalu lintas guna memastikan rekayasa yang diterapkan berjalan optimal,” ujar Ria Marlinda Paallo, dalam keterangan tertulis, Minggu (22/3/2026). Kendaraan pribadi (kiri) menggunakan jalur rekayasa lalu lintas lawan arah atau contraflow untuk menghindari kemacetan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 47 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (19/3/2026). Pada H-2 Lebaran lalu lintas Tol Jakarta-Cikampek masih dipadati kendaraan pemudik menuju Gerbang Tol Cikampek Utama. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/rwa. Dengan adanya perubahan ini, pengguna jalan diimbau untuk lebih waspada dan memperhatikan rambu-rambu yang ada di sepanjang jalur contraflow. Arahan petugas di lapangan juga menjadi acuan utama dalam menjaga keselamatan selama melintas di jalur yang bersifat sementara tersebut. Selain itu, pengendara juga diminta untuk menyesuaikan kecepatan kendaraan serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan. Kecukupan saldo uang elektronik juga perlu diperhatikan guna menghindari hambatan saat transaksi di gerbang tol. Penyesuaian akses contraflow ini diharapkan mampu meningkatkan kelancaran arus lalu lintas di Tol Jakarta–Cikampek, khususnya pada periode padat kendaraan, sekaligus meminimalkan risiko kemacetan panjang di jalur utama. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang