JAKARTA, KOMPAS.com – Pengguna motor listrik kerap menyadari bahwa proses pengisian daya dari 80 persen ke 100 persen terasa lebih lama dibandingkan saat mengisi dari kondisi baterai rendah. CEO Indomobil Emotor, Pius Wirawan, menjelaskan hal tersebut merupakan mekanisme normal yang berkaitan dengan sistem perlindungan baterai. Pius menjelaskan bahwa pada tahap akhir pengisian, sistem akan memperlambat proses charging demi menjaga keseimbangan sel baterai. “Kenapa 80 ke 100 persen itu disebut lambat? Karena di situ baterai akan melakukan slow charging. Jadi begini, kenapa harus lambat? Karena begitu ada salah satu sel yang lebih dulu penuh, sistem akan mendeteksinya,” kata Pius yang ditemui di Jakarta, akhir pekan lalu. PT Indomobil eMotor Internasional resmi meluncurkan Indomobil eMotor Tyranno Ia menjelaskan, baterai kendaraan listrik terdiri dari banyak sel yang bekerja secara bersamaan. Setiap sel harus terisi secara seimbang agar performa dan usia pakai baterai tetap terjaga. "Sel baterai itu jumlahnya banyak, rata-rata sekitar 20 sampai 24 sel. Misalnya kita bicara baterai 72V 30A. Tegangan puncaknya bisa sekitar 76,4 volt. Kalau salah satu sel sudah penuh lebih dulu, saat fast charging sistem akan mendeteksi baterai sudah penuh. Karena itu pengisian dari 80 ke 100 persen biasanya dibuat lebih lambat agar distribusi dayanya bisa merata," katanya. Selain faktor keseimbangan sel, kondisi jaringan listrik juga turut memengaruhi proses pengisian daya. Indomobil Emotor Luncurkan Motor Listrik Tyranno Menurut Pius, voltase listrik di Indonesia tidak selalu stabil sehingga sistem charger harus bekerja lebih hati-hati. "Kedua, terkait kondisi stabilitas voltase listrik di Indonesia yang tidak selalu stabil. Pernah tidak melihat lampu tiba-tiba redup di malam hari? Kalau dipasang voltmeter, akan terlihat bahwa yang seharusnya normal 220 volt kadang bisa turun jadi sekitar 200 volt. Itu sebabnya kadang orang merasa AC atau kulkasnya tidak dingin," ujarnya. Karena itu, sistem pengisian pada motor listrik dilengkapi mekanisme pengamanan untuk menjaga tegangan tetap berada dalam batas aman. "Jika dibayangkan, ada dua batas, batas atas dan batas bawah, seperti grafik EKG. Ketika voltase terlalu tinggi, sistem akan mendeteksi baterai sudah penuh. Kalau terlalu rendah, itu dianggap berbahaya," katanya. Motor listrik Indomobil Emotor QT Ia menambahkan, komunikasi antara baterai, controller, dan charger juga sangat penting dalam proses pengisian daya. Sebab tanpa koordinasi yang baik, arus listrik yang masuk bisa menimbulkan panas berlebih pada baterai. "Jika tidak ada komunikasi antara baterai, controller, dan charger, arus bisa terus masuk sehingga menimbulkan panas. Ketika panas, sel baterai yang terdiri dari katoda akan memuai. Akibatnya, struktur molekulnya tidak lagi berada dalam kondisi standar.” Karena itu, jelas Pius, proses pengisian dari 80 persen hingga penuh memang sengaja dibuat lebih lambat. Tujuannya bukan hanya memastikan semua sel terisi merata, tetapi juga menjaga keamanan dan memperpanjang usia baterai kendaraan listrik. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang