Selama hampir 80 tahun, Vespa telah membuat lebih dari sekadar skuter. Vespa telah membentuk cara berpikir orang tentang roda dua. Lahir dari kebutuhan pascaperang setelah Perang Dunia II, Vespa menunjukkan kepada dunia bahwa berkendara tidak harus keras, mengintimidasi, atau eksklusif. Bisa saja ramah, bergaya, dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ide tersebut membantu membuka budaya sepeda motor kepada orang-orang yang mungkin tidak pernah mempertimbangkan untuk mengendarai sepeda motor, dan efeknya masih terasa hingga saat ini. Itulah mengapa perayaan ulang tahun ke-80 Vespa pada tahun 2026 lebih dari sekadar meniup lilin ulang tahun. Pada Goodwood Revival, Vespa akan menjadi tajuk utama dalam parade lintasan khusus yang seluruhnya terdiri dari skuter sebelum tahun 1966. Motor-motor ini akan mengitari Sirkuit Motor Goodwood persis seperti saat mereka dibuat, tanpa pembaruan atau reinterpretasi modern. Ini adalah langkah yang disengaja untuk mengedepankan sejarah dan bukan memperlakukannya sebagai bagian dari museum. Lebih dari 300 skuter diperkirakan akan ambil bagian, dengan Vespa yang paling banyak berpartisipasi. Namun, mereka tidak akan sendirian. Motor-motor klasik seperti Lambretta, Italjet, dan Iso juga akan ikut serta dalam parade ini, semuanya diikat oleh tema La Dolce Vita yang merayakan desain, kesenangan, dan kesederhanaan mekanis dari tahun 1940-an hingga 1960-an. Ini bukan tentang persaingan merek dan lebih kepada era bersama yang membantu mendefinisikan budaya roda dua seperti yang kita kenal sekarang. Apa yang benar-benar disoroti Vespa di sini bukanlah nostalgia demi nostalgia. Ini adalah jenis kemajuan tak berwujud yang sering diabaikan. Skuter-skuter ini dibuat dengan tenaga yang sederhana, teknik dasar, dan prioritas yang jelas, namun banyak di antaranya yang masih berjalan, masih dapat digunakan, dan masih dicintai puluhan tahun kemudian. Umur panjang seperti itu jelas berasal dari desain yang menghormati pengendara, dan mesin yang cocok secara alami dalam kehidupan sehari-hari, bukannya menuntut perhatian terus-menerus. Untuk budaya sepeda motor secara keseluruhan, pesan tersebut tiba di saat yang menarik. Industri saat ini digerakkan oleh mesin yang lebih besar, lebih banyak elektronik, dan mesin yang semakin kompleks. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut, namun hal ini dapat mempersempit definisi berkendara yang seharusnya. Parade ulang tahun Vespa menentang gagasan tersebut. Parade ini mengingatkan semua orang bahwa skuter dan sepeda motor kecil selalu menjadi pintu gerbang yang penting dalam berkendara, dan bahwa aksesibilitas telah memainkan peran yang sama besarnya dalam menumbuhkan budaya seperti halnya performa. Parade ini akan membuka akhir pekan penuh balapan di Goodwood, di mana semua 15 balapan akan menggunakan bahan bakar yang 100 persen ramah lingkungan. Mesin-mesin tua yang berbagi tempat dengan mesin-mesin modern jelas disengaja. Sejarah tidak dikesampingkan seiring dengan kemajuan industri ini. Sejarah digunakan sebagai titik referensi dan bukti konsep bahwa mesin-mesin tua tidak perlu pensiun di dunia yang bergegas menuju ekonomi sirkular. Di usianya yang ke-80 tahun, Vespa membuat alasan yang jelas mengapa sepeda motor harus selalu menyisakan ruang untuk kesederhanaan, aksesibilitas, dan mesin yang mengutamakan manusia, bahkan ketika industri ini terus mengejar apa yang akan terjadi di masa depan.