Pertumbuhan penjualan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) global diperkirakan melambat pada 2026, setelah melonjak sekitar 20 persen sepanjang 2025. Berdasarkan data Benchmark Mineral Intelligence (BMI) yang dikutip dari Reuters, perlambatan ini terjadi karena penjualan EV di China mulai melambat, sementara sejumlah negara juga tidak lagi memaksakan target elektrifikasi seketat sebelumnya. Pada Desember 2025, kenaikan penjualan EV secara global tercatat paling kecil sejak Februari 2024. Kondisi ini menandakan bahwa pasar kendaraan listrik mulai memasuki fase pertumbuhan yang lebih pelan. Mobil buatan China menunggu untuk di ekspor di pelabuihan Dalian, China Sepanjang Desember 2025, penjualan kendaraan listrik di seluruh dunia mencapai hampir 2,1 juta unit, atau naik sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jika dihitung sepanjang 2025, total penjualan EV global mencapai sekitar 20,7 juta unit. Di China, penjualan kendaraan listrik pada Desember tahun lalu naik tipis menjadi lebih dari 1,3 juta unit. Angka ini menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan di China mulai melambat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Meski demikian, secara total sepanjang 2025, penjualan EV di China tetap meningkat dan mencapai sekitar 12,9 juta unit. Sementara itu, kondisi pasar EV di Amerika Utara justru mengalami penurunan. Pada Desember 2025, penjualan kendaraan listrik di kawasan ini turun tajam hingga hanya sedikit di atas 100.000 unit. Produsen otomotif China, BYD, berhasil menyalip Tesla sebagai penjual mobil listrik terbesar dunia pada 2025. Penjualan BYD naik signifikan, sementara pengiriman Tesla kembali menurun. Penurunan ini terjadi setelah pemerintah Amerika Serikat menghentikan program insentif pajak untuk pembelian kendaraan listrik sejak Oktober 2025. Secara keseluruhan, sepanjang 2025, penjualan kendaraan listrik di Amerika Utara tercatat turun sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di Eropa, tren yang terjadi justru sebaliknya. Penjualan kendaraan listrik pada Desember 2025 meningkat signifikan hingga lebih dari 450.000 unit. Sepanjang 2025, penjualan EV di Eropa juga tumbuh kuat, menunjukkan minat konsumen yang masih tinggi terhadap mobil listrik. Mobil listrik jenis Tesla dengan plat merah nomor B 1002 WDE terlihat melaju di Kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel). Manajer data BMI, Charles Lester, menjelaskan bahwa perubahan kebijakan di sejumlah negara pada 2025 ikut memengaruhi arah pasar kendaraan listrik global. Beberapa pemerintah mulai melonggarkan aturan emisi dan target elektrifikasi. Ke depan, BMI memperkirakan penjualan kendaraan listrik global pada 2026 akan mencapai sekitar 23,9 juta unit. Namun, laju pertumbuhannya diperkirakan tidak secepat tahun sebelumnya. China diperkirakan kembali menjadi motor utama pertumbuhan, sementara pasar Eropa dan kawasan lain diprediksi tumbuh lebih pelan. Sebaliknya, penjualan EV di Amerika Utara diperkirakan masih akan tertekan sepanjang 2026. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang