Ilustrasi Mobil Listrik Tren penjualan mobil listrik (EV) terus menunjukkan pertumbuhan kuat di hampir seluruh dunia sepanjang tahun 2025, tetapi ada satu pengecualian penting: Amerika Utara, khususnya Amerika Serikat dan Kanada, justru mencatat angka penjualan EV yang stagnan atau menurun. Ilustrasi SPKLU mobil listrik Temuan ini dirilis dari data riset terbaru yang dirangkum oleh firma analisis otomotif Rho Motion, dikutip VIVA Rabu, 21 Januari 2026. Menurut laporan, penjualan EV secara global mencapai sekitar 20,7 juta unit pada tahun 2025, naik sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini merupakan rekor baru yang menunjukkan bahwa transisi dari kendaraan konvensional berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik masih berlangsung dengan kuat.Pertumbuhan signifikan ini terlihat di hampir semua region utama: - China tetap menjadi pasar EV terbesar di dunia dengan sekitar 12,9 juta unit terjual, naik +17 persen dibanding tahun sebelumnya. - Eropa mencatat lonjakan penjualan mencapai sekitar 4,3 juta unit, atau naik +33 persen salah satu pertumbuhan paling cepat di antara pasar besar. - Rest of World yang mencakup kawasan selain tiga region besar mencatat kenaikan luar biasa +48 persen dengan sekitar 1,7 juta unit terjual.Kebangkitan pasar EV di luar kawasan dominan tradisional ini banyak didorong oleh produsen asal China yang agresif memperluas jangkauan produknya, serta ketersediaan model dengan harga lebih kompetitif di banyak negara.Di tengah euforia pertumbuhan global, Amerika Utara justru mengalami penurunan penjualan EV sebesar sekitar 4 persen secara keseluruhan pada 2025. Fenomena ini terutama terjadi setelah insentif pajak federal untuk pembelian EV di AS dicabut pada akhir September 2025.Akibatnya, total penjualan EV di AS hanya tumbuh tipis +1 persen secara tahunan jauh tertinggal dibanding negara lain di dunia yang mencatat pertumbuhan dua digit.Kanada bahkan mencatat penurunan yang lebih tajam setelah insentif EV dihapus lebih awal, dengan penjualan turun hampir 49 persen sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.Tren ini menunjukkan bahwa insentif pemerintah tetap menjadi pendorong utama bagi adopsi EV. Di banyak negara, termasuk negara-negara Eropa, pemberian subsidi pembelian atau aturan emisi yang ketat telah mendorong konsumen untuk beralih ke kendaraan listrik. Ilustrasi pengisian baterai mobil listrik.Penjualan mobil listrik global telah mencapai angka rekor dan menunjukkan tren yang kuat di sebagian besar dunia, terutama di China dan Eropa. Namun, pasar EV di Amerika Utara menunjukkan perlambatan tajam setelah insentif pajak dicabut, menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kebijakan pemerintah dapat membentuk adopsi EV di masa depan.