Penjualan mobil global sepanjang 2025 berhasil tumbuh hingga 20 persen secara tahunan dengan mencapai 20,7 juta unit, menunjukkan tren elektrifikasi masih terus menguat di berbagai negara. Kinerja positif tersebut didukung lonjakan penjualan pada akhir tahun. Sepanjang Desember 2025, sekitar 2,1 juta unit mobil listrik terjual secara global, menandakan permintaan tetap terjaga hingga penutupan tahun. Dikutip dari Carscoops, China masih menjadi pasar terbesar dengan penjualan 12,9 juta unit, naik 17 persen secara tahunan. Posisi tersebut memperkuat peran China sebagai pusat utama industri kendaraan listrik dunia. Ilustrasi Mobil Listrik. Insentif mobil listrik impor hanya berlaku hingga akhir 2025. Mulai 2026, produsen diwajibkan merakit kendaraan di dalam negeri sesuai aturan TKDN. Eropa mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 33 persen menjadi 4,3 juta unit. Kenaikan ini didorong oleh dukungan insentif pemerintah dan regulasi emisi yang semakin ketat. negara di luar pasar utama juga menunjukkan perkembangan pesat. Wilayah Rest of World mencatat lonjakan 48 persen dengan total penjualan 1,7 juta unit sepanjang 2025. Pertumbuhan di berbagai kawasan turut dipengaruhi ekspansi produsen China ke pasar global. Persaingan harga di dalam negeri mendorong pabrikan China meningkatkan ekspor kendaraan listrik ke luar negeri. Berbeda dengan tren global, Amerika Utara justru mencatat penurunan penjualan sebesar 4 persen. Melemahnya pasar Amerika Serikat dan Kanada menjadi faktor utama perlambatan di kawasan tersebut. Di Amerika Serikat, penjualan sempat meningkat menjelang berakhirnya insentif pajak pada September 2025. Namun, setelah subsidi dihentikan, permintaan turun tajam pada kuartal terakhir. Sepanjang tahun, pertumbuhan pasar EV di AS hanya mencapai sekitar 1 persen. Sementara itu, Kanada mengalami penurunan lebih dalam hingga 49 persen setelah insentif dicabut. Kementerian PUPR siapkan SPKLU tambahan di ruas tol fungsional. Berikut adalah daftar rest area dengan Charging Station atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Tol Trans Jawa. Tidak heran, beberapa pabrikan mulai mengubah strategi, seperti Ford yang mengalihkan fokus dari F-150 Lightning ke model hybrid, serta Ram yang menunda peluncuran pikap listriknya. Sementara itu, Jepang masih bertahan pada kendaraan hybrid. Penetrasi mobil listrik murni di negara tersebut tetap rendah, berada di kisaran 3 persen sepanjang 2025. Data tersebut menunjukkan insentif dan kebijakan pemerintah masih berperan penting dalam mendorong adopsi kendaraan listrik. Konsistensi regulasi dinilai menjadi faktor penentu pertumbuhan pasar ke depan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang