Penjualan mobil listrik atau electric vehicle (EV) global menunjukkan tren beragam pada awal 2026. Berdasarkan data Benchmark Mineral Intelligence, penjualan EV pada Maret 2026 mencapai 1,75 juta unit, naik 66 persen dibandingkan bulan sebelumnya yaitu Februari. Namun, jika dilihat secara kumulatif sepanjang kuartal pertama (Januari–Maret), total penjualan global sekitar 4 juta unit, turun 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pemilik perusahaan otomotif Tesla, Elon Musk, membuka restoran Tesla Diner & Drive-In pertama pada Senin (21/7/2025). Eropa menjadi wilayah dengan pertumbuhan paling menonjol. Untuk pertama kalinya, penjualan EV menembus 500.000 unit dalam satu bulan. Secara tahunan, penjualan pada Maret meningkat 37 persen. Sepanjang tiga bulan pertama 2026, penjualan EV di Eropa mencapai 1,2 juta unit atau naik 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dilansir dari ArenaEV, kenaikan ini didorong insentif dari pemerintah dan oleh tingginya harga bahan bakar. Ekspor mobil China dan Chery Kenaikan harga BBM membuat masyarakat mulai beralih ke kendaraan listrik sebagai alternatif yang lebih hemat. Perancis menjadi salah satu contoh. Lonjakan harga BBM memicu kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan bahan bakar, sehingga penjualan EV di negara tersebut naik hingga 69 persen pada Maret 2026. Di Inggris, penjualan juga meningkat 31 persen, salah satunya dipengaruhi tradisi pergantian pelat nomor kendaraan pada bulan tersebut. Sementara Italia dan Spanyol turut mencatat pertumbuhan yang signifikan. Ilustrasi mobil listrik. Penjualan kendaraan listrik telah melonjak di Asia Tenggara imbas krisi minyak yang diakibatkan oleh perang Iran di Timur Tengah. Adapun pada sisi lain, pasar China masih mengalami penyesuaian. Penjualan pada Maret 2026 meningkat tajam dibandingkan Februari, seiring aktivitas ekonomi kembali normal setelah libur Tahun Baru Imlek. Meski demikian, total penjualan EV di China sepanjang kuartal pertama tercatat 1,9 juta unit atau turun 21 persen dibandingkan tahun lalu. Penurunan ini dipengaruhi perubahan kebijakan pemerintah serta sikap konsumen yang lebih berhati-hati dalam berbelanja. Ilustrasi baterai mobil listrik Sebagai pasar terbesar dunia, China masih menyumbang hampir 50 persen dari total penjualan EV global. Karena permintaan domestik melambat, produsen mobil China mulai meningkatkan ekspor ke berbagai negara. Bahkan, terjadi penumpukan unit di luar negeri karena distribusi lebih cepat dibandingkan penyerapan pasar. Di Italia, produsen asal China seperti Leapmotor mampu menguasai hampir 30 persen pasar mobil listrik berbasis baterai pada kuartal pertama. Jika digabung dengan merek China lainnya, pangsa pasarnya mendekati 40 persen. Berbanding terbalik dengan Eropa, pasar Amerika Utara justru melemah. Penjualan EV di Amerika Serikat dan Kanada turun 27 persen pada kuartal pertama, dengan total hanya 320.000 unit. Meski penjualan di Amerika Serikat sempat menembus 100.000 unit pada Maret, angka tersebut masih tertinggal dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah dihentikannya insentif pajak pemerintah pada akhir 2025. Kondisi ini turut memengaruhi strategi produsen otomotif. Honda, misalnya, memutuskan membatalkan proyek “0 Series”. Sementara proyek mobil listrik Afeela, hasil kolaborasi Honda dengan Sony, juga dihentikan. Kemudian di tengah perlambatan di beberapa pasar besar, negara lain justru mencatat pertumbuhan pesat. Selandia Baru mencatat kenaikan penjualan EV hingga 263 persen pada Maret, sementara Australia naik 89 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara total, penjualan di pasar negara berkembang ini mencapai 600.000 unit sepanjang kuartal pertama, atau tumbuh 79 persen. Secara keseluruhan, pasar mobil listrik global masih menunjukkan pertumbuhan, meski tidak merata. Sejumlah wilayah melaju pesat, sementara yang lain mengalami perlambatan, menandakan fase baru dalam perkembangan industri kendaraan listrik dunia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang