Pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif dalam tiga tahun terakhir. Hal ini turut dirasakan oleh Wuling Motors, salah satu produsen yang konsisten menghadirkan pilihan kendaraan listrik di Tanah Air. Brian Gomgom, Brand Communication Senior Manager Wuling Motors, mengatakan pasar mobil listrik pada tahun 2022, saat pertama kali Wuling masuk, pangsa pasarnya masih nol koma. "Sekarang kan sudah sampai 10 persen pangsa pasarnya mobil listrik secara nasional. Jadi, ini ke depannya pasti akan bertumbuh lagi," ujar Brian kepada wartawan saat ditemui di Bali, Senin (17/11/2025). Wuling Cortez Darion PHEV "Indikator yang pertama adalah semakin banyaknya pemain yang ada di segmen EV. Artinya, pasarnya akan semakin terbuka," kata Brian. Lalu, yang kedua, Brian menambahkan, pilihan modelnya juga semakin banyak. "Ketiga, kalau diperhatikan, EV itu punya segmen yang masing-masing hampir mirip sama mobil ICE. Sedangkan dulu, 2022-2023, belum terbentuk nih pasarnya, tipenya belum terbentuk," ujarnya. Menurut Brian, khusus di segmen PHEV, jika dilihat dari tahun lalu, peningkatannya sangat cepat dibandingkan dengan yang lain. "Jadi, kita lihat memang pasarnya di sana. Bisa jadi ini adalah orang-orang yang tadinya ingin pindah ke full EV, tapi masih ada keraguan dan mereka ambil PHEV," kata Brian. Wuling Cortez Darion PHEV Melihat perkembangan tersebut, Wuling optimistis bahwa ekosistem kendaraan listrik di Indonesia akan terus meluas. Ketersediaan model yang semakin lengkap, semakin banyaknya pemain, serta peningkatan kesadaran masyarakat menjadi alasan utama pertumbuhan pasar EV yang semakin cepat. Wuling Cortez Darion PHEV Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.