Pergerakan industri otomotif roda dua sepanjang 2025 cenderung melambat seiring tekanan daya beli masyarakat dan suku bunga yang masih tinggi. Kondisi ini membuat permintaan kendaraan baru tidak setinggi tahun sebelumnya. Sejumlah pelaku industri mulai merasakan dampak tersebut, terutama pada segmen distribusi dan ritel sepeda motor. Penjualan unit mengalami penyesuaian, mencerminkan moderasi konsumsi domestik. PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) menjadi salah satu perusahaan yang mencerminkan kondisi tersebut. Sepanjang 2025, Perseroan membukukan pendapatan Rp 16,2 triliun dengan laba bersih Rp 462 miliar, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Pasar Motor Melandai pada 2025, Tekanan Daya Beli Jadi Faktor Utama Group CEO MPMX Suwito Mawarwati mengatakan, dinamika pasar dipengaruhi berbagai faktor makroekonomi. “Kami melihat tekanan terhadap daya beli masyarakat serta moderasi pertumbuhan konsumsi domestik yang berdampak pada beberapa sektor, termasuk otomotif roda dua,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (3/4/2026). Dari sisi operasional, penjualan kendaraan roda dua di segmen distribusi tercatat sekitar 699.000 unit, sementara ritel mencapai 187.000 unit. Kinerja ini membuat pendapatan segmen tersebut turun sekitar dua persen secara tahunan. Di tengah perlambatan penjualan unit baru, bisnis aftermarket justru menunjukkan ketahanan. Penjualan suku cadang di distribusi tumbuh 3,5 persen, sedangkan di ritel meningkat hingga 24 persen, menandakan kebutuhan perawatan kendaraan tetap tinggi. Selain itu, bisnis pendukung otomotif seperti penyewaan kendaraan juga relatif stabil. Dengan armada sekitar 15.000 unit dan tingkat utilisasi 92 persen, segmen ini masih ditopang permintaan dari sektor korporasi. Memasuki 2026, peluang pemulihan pasar masih terbuka seiring potensi membaiknya konsumsi domestik. Pelaku industri pun mulai fokus pada efisiensi, penguatan layanan, serta optimalisasi portofolio bisnis untuk menjaga daya saing. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang