Penurunan daya beli masyarakat pada 2025 ternyata berdampak signifikan ke industri otomotif nasional. Segmen entry level seperti LCGC menjadi yang paling terpukul. Melihat kondisi itu, penyelenggara Dyandra Promosindo selaku penggagas Indonesia International Motor Show (IIMS) yang baru berlalu, mengambil langkah strategis untuk menjaga kualitas pengunjung tetap potensial secara transaksi. Ilustrasi suasana pameran IIMS 2026 Project Manager Dyandra Promosindo, Rudi MF, mengungkapkan bahwa pihaknya mencermati tren penurunan daya beli sepanjang 2025. Ia menilai fenomena tersebut nyata dan terlihat dari data industri. “Kami di Dyandra mengamati pameran kita selama 2025, ada IIMS Jakarta, Surabaya, dan pertama kali Balikpapan. Kami sadar ada isu soal buying power (daya beli), itu nyata di 2025. Data Gaikindo juga turun sekitar 7 persen,” ujar Rudi, kepada Kompas.com (28/2/2026). Daihatsu Sigra menjadi primadone untuk kelas mobil LCGC yang menawarkan berbagai kelebihan dan harganya yang terjangkau didukung dengan layanan One Stop Financial Solution dari Astra Financial yang memberikan keragaman keuntungan. “Yang menarik, segmen LCGC piramida terbawah itu yang paling tergerus, dari 176.000 ke 122.000. Kita tanya ke partner leasing kita, gimana? Emang benar nih? Makanya kita bikin sesuatu yang baru biar make sure yang hadir ke IIMS itu masih punya buying power lewat program IIMS Sportainment,” katanya. Penurunan penjualan wholesales LCGC dari 176.000 unit menjadi 122.000 unit berdasarkan data Gaikindo sepanjang 2025, menunjukkan bahwa konsumen kelas bawah paling terdampak tekanan ekonomi. Hal ini membuat IIMS tak lagi hanya mengandalkan pengunjung massal, tetapi mulai menyasar segmen dengan daya beli lebih kuat. Ilustrasi suasana pameran IIMS 2026 Rudi menjelaskan, berdasarkan riset internal, kelompok menengah ke atas masih memiliki buying power yang relatif terjaga. Karena itu, IIMS menggali pendekatan baru melalui konsep “Sportainment” untuk menarik profil audiens berbeda. “Kami lihat orang menengah ke atas dari riset kita buying power-nya masih ada dan terjaga. Hobinya orang premium ini, yang potential buyer, di antaranya Golf dan Padel. Sewa lapangan Padel kan jutaan, pasti di sini orang buying power-nya ada. Lihat saja di parkirannya, mobilnya bagus-bagus,” kata Rudi. Menurutnya, pendekatan ini bukan sekadar gimmick, melainkan strategi terukur untuk memastikan pengunjung yang hadir benar-benar potensial melakukan pembelian. “Dari survei kita, para golfer ini pasti mampu beli mobil, cuma belum tentu mereka mau ke pameran,” ujar dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang