Kemacetan lalu lintas masih menjadi persoalan sehari-hari di banyak kota besar Indonesia. Waktu tempuh yang semakin panjang membuat mobil lebih sering berada dalam kondisi stop-and-go, terutama saat jam sibuk. Selain berdampak pada konsumsi bahan bakar dan tingkat stres pengendara, kondisi tersebut ternyata juga berpengaruh terhadap usia pakai aki mobil. Menurut Adrian Tay, Direktur PT HTG Indonesia Distribusi selaku partnership PT Ecobatt Indo Lestari, pola lalu lintas yang padat membuat sistem pengisian daya aki tidak bekerja secara optimal. “Karena jalan sebentar, terus berhenti, jalan lagi, berhenti lagi,” kata Adrian di Jakarta, Sabtu (23/5/2026). Ia menjelaskan, kondisi itu berbeda dibanding kendaraan yang digunakan di jalan dengan lalu lintas lebih lancar. Saat mobil melaju dalam kecepatan stabil, alternator dapat bekerja lebih optimal untuk mengisi ulang daya aki. Sebaliknya, ketika mobil terlalu sering berhenti dan berjalan perlahan dalam kemacetan, suplai pengisian daya menjadi kurang maksimal. Akibatnya, aki bekerja lebih berat dan lebih cepat mengalami penurunan performa. Ilustrasi aki mobil. Menurut Adrian, faktor lain yang turut memengaruhi kondisi aki adalah suhu ruang mesin yang meningkat saat mobil terjebak macet terlalu lama. “Ruang mesin menjadi sangat panas. Tidak bagus untuk baterai,” ujarnya. Ia mengatakan, temperatur tinggi di ruang mesin dapat mempercepat penurunan kualitas aki, terutama jika kendaraan digunakan setiap hari dalam kondisi lalu lintas padat. Rutin Periksa Adrian menyarankan pemilik kendaraan lebih rutin memeriksa kondisi aki, terutama jika mobil mulai terasa berat saat distarter atau sistem kelistrikan mulai menunjukkan gejala melemah. Menurut dia, pemeriksaan berkala penting dilakukan agar pemilik kendaraan bisa mengetahui kondisi aki sebelum benar-benar soak dan menyebabkan mobil mogok di jalan. Selain itu, Adrian juga mengingatkan pentingnya menggunakan jenis aki yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan. Sebab, mobil modern dengan fitur elektronik lebih kompleks memiliki kebutuhan daya yang berbeda dibanding mobil konvensional. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang