SPKLU PLN. Populasi mobil listrik di Indonesia terus bertambah seiring meningkatnya pilihan model dan semakin luasnya jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU. Namun di balik pertumbuhan tersebut, ada hal penting yang masih sering luput dari perhatian pemilik kendaraan, yakni etika saat melakukan pengisian daya. Berbeda dengan kendaraan berbahan bakar bensin atau diesel yang proses pengisiannya hanya memerlukan waktu beberapa menit, mobil listrik membutuhkan waktu lebih lama untuk mengisi baterai. Dalam kondisi tertentu, pengisian daya bisa berlangsung 15 menit hingga lebih dari satu jam tergantung kapasitas baterai dan jenis pengisi daya yang digunakan. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Karena itu, penggunaan SPKLU membutuhkan kesadaran bersama agar semua pengguna kendaraan listrik bisa memperoleh akses pengisian dengan nyaman tanpa harus mengalami antrean yang tidak perlu.Disadur VIVA Otomotif dari AEVA, Jumat 22 Mei 2026, salah satu etika paling dasar adalah tidak terlalu lama menempati tempat pengisian daya. Banyak pengguna mobil listrik memanfaatkan waktu pengisian baterai untuk berbelanja atau makan, namun kendaraan sebaiknya segera dipindahkan setelah pengisian selesai.Kendaraan yang tetap terparkir meski baterai sudah penuh berpotensi menghambat pengguna lain yang membutuhkan pengisian daya, terutama di lokasi SPKLU dengan jumlah charger terbatas.Pemilik mobil listrik juga perlu memahami karakter pengisian baterai kendaraannya. Umumnya, proses pengisian daya paling optimal berlangsung saat kapasitas baterai berada di kisaran 20 persen hingga 80 persen.Di atas angka tersebut, laju pengisian biasanya melambat. Jika tidak benar-benar dibutuhkan untuk perjalanan jauh, menghentikan pengisian di sekitar 80 persen dapat membantu mempercepat perputaran antrean pengguna SPKLU.Hal lain yang sering terlupakan adalah memilih jenis charger sesuai kemampuan kendaraan. Tidak semua mobil listrik mampu menerima daya pengisian besar.Misalnya kendaraan dengan kemampuan pengisian maksimum 50 kW tidak akan otomatis terisi lebih cepat ketika menggunakan charger berdaya 350 kW. Menggunakan fasilitas sesuai kebutuhan dapat memberi kesempatan kendaraan lain yang memang membutuhkan pengisian cepat.Pengguna juga disarankan memantau proses pengisian secara berkala melalui aplikasi pendukung atau layar kendaraan agar bisa segera melepas kabel setelah target baterai tercapai.Etika berikutnya yang tidak kalah penting adalah menggunakan area SPKLU sesuai fungsinya. Tempat pengisian daya bukan lokasi parkir biasa. Meninggalkan kendaraan di area SPKLU tanpa melakukan pengisian dapat menghambat pengguna lain yang sedang membutuhkan tambahan daya baterai. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Selain itu, menjaga kebersihan area pengisian daya juga menjadi bentuk tanggung jawab bersama. Kabel pengisian sebaiknya dikembalikan ke tempat semula setelah selesai digunakan agar area tetap rapi dan aman.Cara memarkir kendaraan juga perlu diperhatikan. Posisi mobil yang terlalu miring atau memakan ruang berlebihan dapat menyulitkan pengguna lain mengakses charger di sebelahnya.