JAKARTA, KOMPAS.com – Meski sudah disuntik mati pada 2024, Suzuki Ignis ternyata masih cukup laris di pasar mobil bekas. City car bergaya crossover ini tetap diburu karena desainnya yang unik, dimensi ringkas, serta konsumsi bahan bakar yang tergolong irit untuk kebutuhan harian. Adapun di sejumlah showroom mobil bekas, Suzuki Ignis masih menjadi salah satu model yang cukup sering ditanyakan konsumen. Namun, calon pembeli perlu lebih teliti sebelum memutuskan membeli, terutama soal jarak tempuh dan kondisi transmisinya. Andi, pemilik showroom mobil bekas Jordy Motor di MGK Kemayoran, mengatakan Ignis sejatinya bukan mobil bermasalah. Mesin Suzuki Ignis Namun, ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan. Ignis sebenarnya tidak ada masalah. Kami masih membelinya, cuma sekarang dengan catatan kilometernya harus rendah. Tes tabrak yang dilakukan oleh Global NCAP pada Suzuki Ignis Untuk Ignis dengan jarak tempuh di atas 100.000 kilometer, biasanya sudah tidak kami beli, kata Andi kepada Kompas.com, Selasa (6/1/2026). "Soalnya, rata-rata biaya ganti kopling cukup mahal, sekitar Rp 3 juta. Umumnya, di jarak tempuh 70.000–80.000 kilometer sudah harus ganti kopling," ujarnya. Menurut Andi, kondisi tersebut membuat showroom cenderung lebih selektif saat menerima Ignis bekas, terutama varian matik. Mobil dengan jarak tempuh rendah dan riwayat perawatan jelas biasanya masih memiliki performa yang nyaman dan layak pakai. "Menurut saya, karena transmisinya AGS atau semi-matik, bukan matik murni. Jadi kalau sudah di atas 100.000 kilometer dan perawatannya kurang baik, mobilnya biasanya sudah tidak enak dipakai,” katanya. Seperti diketahui Suzuki Ignis menggunakan transmisi Automated Gear Shift (AGS) untuk varian matik. Sistem ini pada dasarnya adalah transmisi manual yang dioperasikan secara otomatis oleh aktuator, sehingga karakternya berbeda dengan transmisi matik konvensional seperti torque converter atau CVT. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang