Meski sudah tidak lagi dipasarkan dalam kondisi baru, Suzuki Ignis ternyata masih memiliki banyak peminat di pasar mobil bekas. City car bergaya crossover ini tetap diminati karena dinilai praktis, tampil beda, serta sesuai dengan kebutuhan mobilitas harian masyarakat perkotaan. Rama, pelaku usaha jual beli mobil bekas Rama Dagang Mobil di Rempoa, Bintaro, mengatakan status discontinued justru membuat Suzuki Ignis tetap memiliki pasar tersendiri. Suzuki Ignis “Laku, karena pasarnya masih banyak tapi sudah discontinue,” ujar Rama kepada Kompas.com, Selasa (6/1/2026). Menurut Rama, permintaan terhadap Ignis masih terbilang aktif, khususnya untuk unit dengan kondisi baik dan banderol harga yang kompetitif. “Baru bulan kemarin nih, Ignis GX AT 2019 buka harga Rp 135 juta, dan laku kredit,” kata Rama. Sementara itu, Andi, pemilik showroom mobil bekas Jordy Motor di MGK Kemayoran, menilai ada beberapa faktor yang membuat Suzuki Ignis tetap diminati konsumen. Suzuki Ignis “Kalau konsumen yang belum tahu atau paham, sebenarnya mereka memilih Ignis karena modelnya lebih tinggi, kelihatan lebih jangkung dibanding Brio," kata Andi. "Dari komentar konsumen, tampilannya juga dianggap lebih bagus. Itu yang membuat Ignis masih dicari,” ujar Andi kepada Kompas.com, Selasa (6/1/1026). Namun demikian, menurut Andi, bagi konsumen yang menyukai transmisi otomatis murni, Suzuki Ignis justru kurang menarik. Pasalnya, varian otomatis Ignis menggunakan transmisi AGS (Auto Gear Shift) yaitu transmisi manual yang diotomatiskan tanpa pedal kopling. Tes tabrak yang dilakukan oleh Global NCAP pada Suzuki Ignis “Tapi untuk konsumen yang benar-benar mengerti, mereka justru tidak mau Ignis. Alasannya karena gigi awalnya terasa ‘ngedetan’. Soalnya transmisi otomatisnya bukan otomatis murni," kata Andi. "Jadi rasanya seperti mobil manual yang dioperasikan otomatis," ujarnya. Karakter transmisi AGS berbeda dengan transmisi otomatis konvensional. Andi menyebut pada kondisi tertentu, terutama di gigi awal, ada entakan saat pindah gigi atau saat mobil mulai bergerak. "Makanya saya sempat bilang, kenapa tidak sekalian dikeluarkan versi otomatis murni. Kalau Suzuki waktu itu Ignis pakai AT penjualannya pasti bisa lebih tinggi," kata Andi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang