Kendati telah disuntik mati pada 2024, pamor Suzuki Ignis justru makin menanjak di pasar mobil bekas. City car bergaya crossover tersebut kini banyak diburu mereka yang ingin mencari mobil berdimensi ringkas dengan harga bersahabat. Misalnya seperti Aditya Pratama Niagara yang memilik Suzuki Ignis karena punya desain yang unik serta konsumsi bahan bakar yang tergolong irit untuk kebutuhan harian. "Mobil ini belinya bekas. Mobil ini keluaran tahun 2017. Saya beli dan mulai pakai di tahun 2024. Kondisinya masih bagus sekali. Plat nomor Bandung. Kenapa pilih plat nomor Bandung? karena kalau plat nomor sana perawat mobilnya dikenal apik. Jadinya mobil ini sangat baik kondisinya," katanya kepada Kompas.com, Kamis (29/1/2026). Pria yang akrab disapa Adit itu mengatakan, sebelum menambatkan hatinya pada Suzuki Ignis, dirinya sempat mempertimbangkan Kia Picanto atau Daihatsu Sirion. Karena berbagai pertimbangan tersebut, akhirnya Suzuki Ignis dipilih untuk jadi mobil pertama miliknya. Dirinya membeli mobil tersebut dari iklan yang dipasarkan oleh penjual di Facebook. "Alasan beli mobil ini karena memang dari dulu ingin mobil yang kecil, bertenanga, irit, bandel. Dulu pernah pinjam mobil Ignis juga dari Suzuki untuk perjalanan Jakarta - Banyuwangi, dan nyaman sekali saat dikendarai. Bisa ngebut ketika transmisi manual," katanya. Modifikasi Suzuki Ignis full audio Adit mengatakan, mobil ini bisa mengakomodasi dirinya sebagai keluarga, keluarga baru yang punya dua anak. Kemudian, biaya perawatanya juga menurutnya masih masuk akal. Meski mobil bekas, tidak banyak dana yang dirinya keluarkan untuk perbaikan mobil ini. "Paling waktu itu sempat lakukan spooring dan balancing. Lalu pembersihan sirkulasi AC. Setelah dipakai nyaman sekali. Padahal waktu beli itu kilometernya ada di 88.000, saat ini ada di 93.000an," katanya. Terkait fitur, menurut Adit mobil ini justru lebih lengkap dibanding mobil lain keluaran tahun yang sama di segmen ini. Misalnya Start Stop Engine, kemudian pengaturan AC, dan Stability Control. Modifikasi Suzuki Ignis 2017 "Cuma memang belum ada hill start assist, tapi tidak apa-apa. Lalu sudah ada defogger depan dan belakang. Pengaturan kursinya juga sudah bisa diatur sendiri. Kalau Agya dan Ayla tidak bisa," katanya. Sementara itu, untuk konsumsi BBM, karena mobil ini spek rendah dan bukan mobil sibuk maka menurut Adit mobil ini sangat irit. Saat mengisi BBM jenis Pertalite Rp 160.000 sudah penuh untuk seminggu. "Untuk pajak tahunan mobil ini juga terjangkau. Karena ini masih terdaftar di Samsat Bandung, pertahunnya bayar pajak sekitar Rp 2,3 jutaan," katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang