Suzuki dilaporkan telah menghentikan produksi Ignis di India, negara yang jadi basis pengembangan sekaligus produksi global sebelum diekspor ke berbagai pasar, termasuk Indonesia. Mengutip Cartoq, Maruti Suzuki menyetop produksi Ignis setelah penjualannya terus melemah dan permintaan pasar menurun dalam beberapa waktu terakhir. Informasi dari jaringan dealer menyebutkan, produksi model tersebut bahkan sudah berakhir lebih dari satu bulan lalu, meski hingga kini belum ada pengumuman resmi dari pabrikan. Di sisi lain, diler di India juga dilaporkan tidak lagi menerima pemesanan unit baru, walau Ignis masih tercantum di situs resmi NEXA. Sebagai pengganti, Suzuki disebut tengah menyiapkan SUV kompak baru untuk mengisi segmen yang sebelumnya ditempati Ignis. Kondisi ini sejalan dengan tren pasar otomotif global yang mulai bergeser dari city car ke SUV, sekaligus menuju kendaraan elektrifikasi. Di Indonesia, langkah serupa sudah dilakukan lebih dulu, di mana PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) telah menghentikan penjualan Ignis pada 2024, seiring strategi perusahaan yang berfokus pada model elektrifikasi. “Sesuai dengan rencana korporasi kami yang secara bertahap akan lebih fokus ke produk elektrifikasi, seperti XL7 Hybrid dan Ertiga Hybrid, serta memperkuat keberadaan model-model buatan dalam negeri,” kata Dony Ismi Saputra, Deputy Managing Director 4W PT SIS. Adapun perjalanan Ignis di Indonesia terbilang singkat. Sejak meluncur pada 2017, model ini sempat mencatat distribusi 14.157 unit di tahun pertamanya. Namun, kinerjanya terus menurun pada tahun-tahun berikutnya. Pada 2018, distribusinya tercatat 13.802 unit, lalu turun menjadi 5.138 unit pada 2019. Suzuki Ignis facelift Penurunan berlanjut pada 2020 dengan angka 1.893 unit, sebelum sedikit naik menjadi 1.932 unit pada 2021. Memasuki masa akhir penjualannya, distribusi Ignis hanya berada di kisaran ratusan unit per tahun. Sebagai catatan, Ignis dibekali mesin bensin 1.2 liter naturally aspirated dengan tenaga 83 hp dan torsi 113 Nm, serta pilihan transmisi manual lima percepatan dan otomatis AMT atau AGS. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang