JAKARTA, KOMPAS.com - Perjalanan jarak jauh, khususnya saat libur Natal dan Tahun Baru, sering membuat pengemudi tergoda untuk terus melaju demi mengejar waktu tiba. Namun, tindakan ini bukannya bijak. Perencanaan perjalanan tanpa jadwal dan titik istirahat yang matang justru meningkatkan risiko kelelahan hingga kecelakaan. Mengatur durasi berkendara serta waktu berhenti sejak awal merupakan bagian penting dari keselamatan perjalanan. Menurut Sony Susmana, Direktur Pelatihan Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), kesiapan fisik harus menjadi perhatian utama sebelum melakukan perjalanan panjang, tidak hanya bagi pengemudi tetapi juga penumpang. “Tidur yang cukup sebelum perjalanan sangat penting. Selain itu, pengemudi perlu mengatur jadwal, durasi berkendara, serta menentukan titik istirahat sejak awal agar tubuh tidak dipaksakan bekerja di luar batas kemampuan,” ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (21/12/2025). Mengenali gejala microsleep saat mengemudi dan bahaya yang mengintai. Sony menjelaskan, salah satu kesalahan yang kerap terjadi adalah menunda istirahat meski tubuh sudah memberikan sinyal kelelahan atau kantuk. Kondisi tersebut berbahaya karena kemampuan otak dalam mengambil keputusan akan menurun secara signifikan. “Ketika tubuh sudah lelah atau mengantuk, otak tidak lagi mampu merespons situasi dengan benar. Jika tetap dipaksakan, risiko kecelakaan sangat tinggi karena konsentrasi dan refleks menurun,” kata Sony. Ia menyarankan pengemudi untuk merencanakan waktu berhenti setiap dua hingga tiga jam berkendara, atau lebih cepat apabila kondisi lalu lintas padat dan menguras energi. Titik istirahat sebaiknya dipilih di lokasi yang aman dan memungkinkan pengemudi benar-benar beristirahat, seperti rest area atau fasilitas umum yang memadai. Selain itu, Sony mengingatkan agar pengemudi tidak menetapkan target waktu yang terlalu ketat. Menurutnya, perjalanan yang aman bukan soal seberapa cepat sampai, melainkan memastikan seluruh penumpang tiba dengan selamat. “Menunda istirahat dengan alasan tanggung justru sering berujung fatal. Jika tubuh sudah memberi sinyal lelah, segera berhenti dan beristirahat, jangan ditunda,” ujarnya. Dengan perencanaan perjalanan yang baik, mulai dari jadwal keberangkatan hingga titik istirahat, pengemudi dapat menjaga kondisi fisik dan mental tetap prima. Langkah ini dinilai efektif untuk menekan risiko kecelakaan sekaligus membuat perjalanan jarak jauh lebih aman dan nyaman. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang