PT Jetour Sales Indonesia memastikan akan segera mengumumkan hasil investigasi terkait insiden kecelakaan yang melibatkan SUV Jetour T2 di ruas Tol Jagorawi beberapa waktu lalu. Perusahaan menegaskan, proses penelusuran penyebab kecelakaan saat ini telah memasuki tahap akhir dan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan pihak berwenang. Sales Director PT Jetour Sales Indonesia, Michael Budihardja, menjelaskan bahwa investigasi internal telah dilakukan secara intensif dalam beberapa hari terakhir. Hasilnya akan diumumkan secara resmi setelah seluruh proses dinyatakan lengkap oleh otoritas terkait. mobil Jetour T2 terbakar usai kecelakaan “Sebenarnya sebentar lagi teman-teman akan dikasih tahu detailnya mengenai insiden kemarin. Karena dalam lima hari terakhir kami melakukan investigasi. Kemudian kami juga berbicara dengan pihak berwenang,” ujar Michael di JIExpo Kemayoran, Jumat (13/2/2026). “Saat ini kami masih menunggu hasil akhirnya. Setelah itu, kami akan memberikan rilis resmi dari Jetour secepatnya. Karena ini terkait dengan otoritas yang berwenang, kami membutuhkan hasil investigasi yang menyeluruh,” kata dia. Insiden kecelakaan yang melibatkan SUV Jetour di Tol Jagorawi tersebut sempat menyita perhatian publik. Meski demikian, Jetour menegaskan bahwa peristiwa itu tidak berdampak pada animo konsumen terhadap produk mereka. Penyerahan unit Jetour T2 Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menyampaikan bahwa minat masyarakat terhadap Jetour secara nasional tetap terjaga hingga saat ini. “Kalau dari kita animo tidak berkurang, animo masih secara nasional juga ya,” ujar Ranggy di ajang IIMS 2026, Kamis (5/2/2026). Ranggy juga menekankan komitmen Jetour terhadap aspek keselamatan kendaraan sebagai prioritas utama dalam pengembangan produk. Jetour T2 di IIMS 2026 “Kami juga selalu komitmen terhadap keselamatan. Itu elemen yang paling penting ketika kita ciptakan produk dan kami pastikan produk yang diproduksi oleh Jetour Indonesia, didistribusikan oleh Jetour Indonesia sesuai dengan standar keselamatan keamanan di Indonesia maupun di global,” kata dia. Lebih lanjut, Ranggy mengungkapkan bahwa korban dalam kecelakaan tersebut merupakan salah satu konsumen pertama Jetour di Indonesia yang baru saja menerima unit kendaraannya. Pihak Jetour Indonesia pun telah menemui langsung konsumen yang terlibat untuk memperoleh informasi secara langsung. Mobil yang diduga Jetour T2 tertangkap kamera Kompas.com di PIK 2 Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, Ranggy menegaskan bahwa insiden di Tol Jagorawi merupakan kecelakaan lalu lintas dan tidak berkaitan dengan kualitas produk Jetour. “Jadi konsumen informasinya adalah mobil terguling, lalu juga airbag berfungsi, fitur keselamatan berfungsi. Jadi kami pastikan fitur keselamatan berfungsi normal. Dan juga pintu bisa dibuka,” ucap Ranggy. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang