Toyota Indonesia mencatat pangsa pasar sebesar 31,2 persen sepanjang Januari–Desember 2025. Artinya, satu dari tiga mobil baru yang terjual di Indonesia berasal dari pabrikan raksasa asal Jepang tersebut. Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor (TAM) Jap Ernando Demily mengatakan, capaian tersebut menegaskan posisi Toyota sebagai pemimpin pasar otomotif nasional. “Kalau dikonversi menjadi market share, masih di atas 30 persen. Artinya satu dari tiga mobil di Indonesia pada 2025 masih Toyota,” ujar Ernando di Jakarta, Jumat (6/3/2026). Booth Toyota di IIMS 2026 Secara volume, penjualan wholesales Toyota sepanjang tahun lalu melampaui 250.000 unit. Pencapaian ini sekaligus memperpanjang dominasi Toyota yang telah berlangsung lebih dari lima dekade di Indonesia. Menurut Ernando, salah satu kunci bertahannya Toyota di posisi teratas adalah kemampuan menyesuaikan produk dan layanan dengan karakter pasar di setiap daerah. “Di mana pun Toyota berada di seluruh Indonesia, kami selalu menyesuaikan dengan kebutuhan, kebiasaan, dan kondisi masyarakat setempat,” kata dia. Dominasi tersebut juga tercermin dari distribusi pangsa pasar di berbagai wilayah. Di Sumatera, Toyota menguasai sekitar 37 persen pasar dengan model seperti Toyota Kijang Innova sebagai salah satu kontributor utama. Sementara di Kalimantan, pangsa pasar mencapai 36,3 persen dengan Toyota Hilux yang banyak digunakan sebagai kendaraan kerja. Berikutnya, di Sulawesi, Toyota meraih pangsa pasar sekitar 40,4 persen dan 32,6 persen di Bali dan Nusa Tenggara. Chief Economist Josua Pardede dari Permata Bank dalam gelaran Media Iftar Toyota di Jakarta, Jumat (6/3/2026). Sedangkan di Jawa, pasar otomotif terbesar di Indonesia, Toyota membukukan sekitar 30,5 persen dengan dukungan jaringan diler yang luas. Adapun pangsa pasar tertinggi tercatat di Papua yang mencapai 47,7 persen. Ekspor Tak hanya kuat di pasar domestik, kontribusi Indonesia juga semakin penting dalam jaringan global Toyota. Sejak pertama kali diposisikan sebagai basis ekspor pada 1987, total kendaraan Toyota yang dikirim dari Indonesia hingga 2025 telah mencapai sekitar 3,15 juta unit ke hampir 100 negara. Menurut Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto, saat ini ekspor tidak hanya mencakup kendaraan konvensional, tetapi juga mulai merambah model elektrifikasi dengan tingkat lokalisasi komponen yang terus ditingkatkan. “Pada 1987 Indonesia mulai diposisikan sebagai basis ekspor kendaraan Toyota, dan perannya terus berkembang sampai sekarang,” kata dia. Ekspor mobil Toyota Perjalanan Toyota di Indonesia sendiri dimulai sejak 1971 melalui penjualan kendaraan secara completely built up (CBU) atau impor utuh. Seiring waktu, model bisnis tersebut berkembang menjadi perakitan lokal hingga manufaktur komponen dalam negeri. Transformasi ini membuat Indonesia kini tidak hanya berperan sebagai pasar, tetapi juga bagian dari rantai nilai global industri otomotif. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang