Jetour T2 terbakar usai terlibat kecelakaan BMW di KM 31 Tol Jagorawi. Simak hasil uji tabrak SUV boxy ini.Dalam hasil uji tabrak ASEAN NCAP, Jetour T2 berhasil meraih peringkat lima bintang dengan total skor keseluruhan mencapai 86,50 poin.Penilaian dilakukan berdasarkan empat kategori utama, yaitu Perlindungan Penumpang Dewasa (Adult Occupant Protection/AOP) dengan nilai 37,17 poin, Perlindungan Penumpang Anak (Child Occupant Protection/COP) dengan nilai 15,94 poin, Bantuan Keselamatan (Safety Assist/SA) dengan nilai 17,14 poin, dan Keselamatan Pengendara Sepeda Motor (Motorcyclist Safety/MS) dengan nilai 16,25 poin. Dari sisi keselamatan pasif, rigiditas torsional pada JETOUR T2 mencapai 31.000 Nm per derajat, yang berarti bodi membutuhkan gaya setara 2 Ton untuk dapat diputar satu derajat. Struktur berkekuatan tinggi ini dirancang untuk mengendalikan deformasi atau perubahan struktur bodi saat terjadi benturan dan melindungi penumpang. JETOUR T2 juga dirancang dengan struktur bodi dengan menggunakan 80% high strength steel yang mampu menyebarkan energi benturan dari berbagai arah secara lebih efektif.PT Jetour Indonesia buka suara terkait insiden tersebut, pabrikan saat ini masih melakukan investigasi."Hingga saat ini, penyebab teknis dan kronologi lengkap kejadian masih dalam proses investigasi lebih lanjut. Jetour Indonesia akan menyampaikan hasilnya setelah proses penanganan dan investigasi dinyatakan selesai," ujar President Director PT Jetour Sales Indonesia, Peter Zhang dalam keterangannya dikutip Selasa (3/1/2026).Peter Zhang memastikan bahwa pihaknya tidak tinggal diam atas insiden yang menimpa konsumennya. Fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan kondisi kesehatan para korban yang terlibat dalam kecelakaan tersebut."Keselamatan konsumen merupakan prioritas utama Jetour Indonesia. Saat ini, individu-individu terkait telah mendapatkan penanganan medis. Jetour Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi secara menyeluruh," lanjutnya.Dalam menangani kasus ini, Jetour Indonesia mengaku bekerja sama dengan pihak berwajib dan instansi terkait lainnya. Hal ini dilakukan agar informasi yang didapat bersifat transparan, lengkap, dan terverifikasi sesuai standar global."Jetour Indonesia bekerja sama dengan pihak terkait lainnya untuk memastikan seluruh informasi yang diperoleh bersifat lengkap dan terverifikasi," kata Peter."Perusahaan mendukung sepenuhnya proses investigasi yang sedang berjalan dan akan mengambil langkah tindak lanjut yang diperlukan sesuai dengan standar dan prosedur global setelah hasil resmi tersedia," tambah dia.Kepala Induk PJR Tol Jagorawi Kompol Akhmad Jajuli mengungkap, kecelakaan tersebut terjadi saat kedua mobil melintas menuju arah Jakarta. Kecelakaan bermula saat BMW mencoba menyalip Jetour T2 dari sisi kiri hingga membuat SUV kekar itu menghantam pembatas jalan. Tak lama Jetour T2 itu pun terbakar."Kendaraan 1 (Jetour) berjalan di bahu kiri, kemudian datang kendaraan 2 (BMW) dari lajur 2 hendak menyalip dari bahu kiri, lanjut menabrak bagian kanan kendaraan 1 yang mengakibatkan kendaraan 1 terpental ke kiri menabrak guardrail lanjut terbakar," jelas Jajuli.Akibat kecelakaan itu, dua orang terluka. Kedua korban terluka merupakan sopir dan penumpang dalam Jetour T2 yang mobilnya terbakar. Keduanya disebut mengalami luka ringan.