Jetour semakin serius memperluas portofolio produknya di pasar otomotif Indonesia. Pabrikan asal China ini memastikan akan menghadirkan dua model baru sepanjang tahun ini, meski detailnya masih disimpan rapat oleh manajemen. Sales Director PT Jetour Sales Indonesia, Michael Budihardja, mengungkapkan bahwa rencana peluncuran model baru sebenarnya sudah disampaikan sejak awal tahun, bahkan sejak tahun lalu. Mobil yang diduga Jetour T1 tertangkap kamera Kompas.com di PIK 2 “Kalau model baru kemungkinan seperti yang kami kasih tahu dari awal tahun, atau dari tahun lalu. Ada dua model baru yang kami luncurkan tahun ini,” ujar Michael di sela pameran IIMS 2026, Kamis (5/2/2026). Saat ditanya apakah model tersebut merupakan mobil listrik, Michael masih enggan membuka detailnya. “Nah, itu tunggu tanggal main ya,” kata Michael. Test Drive Jetour T1 Kandidat Model Baru Jetour Salah satu kandidat terkuat mobil baru Jetour yang berpotensi masuk Indonesia adalah Jetour T1. SUV ini memiliki dimensi yang tergolong besar, dengan panjang 4.706 mm, lebar 1.967 mm, dan tinggi 1.845 mm. Jetour X20e GIIAS 2025 Dari sisi performa, Jetour T1 menawarkan beragam opsi mesin. Varian bensin turbo 1.500 cc mampu menghasilkan tenaga 181 Tk dengan torsi 290 Nm, yang dipadukan dengan transmisi 7-percepatan dual clutch (7-DCT). Bagi konsumen yang menginginkan performa lebih tinggi, tersedia mesin bensin turbo 2.000 cc dengan tenaga 251 Tk dan torsi 390 Nm, disalurkan melalui transmisi otomatis 8-percepatan. Interior Jetour X20e Tak hanya mengandalkan mesin konvensional, Jetour T1 juga hadir dalam versi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Varian ini mengombinasikan mesin bensin dan motor listrik dengan tenaga gabungan mencapai 355 Tk serta torsi 530 Nm. Baterai berkapasitas 26,7 kWh memungkinkan mobil melaju hingga 117 kilometer dalam mode listrik murni. Mobil Listrik X20e Selain T1, Jetour juga disebut-sebut tengah menyiapkan mobil listrik X20e untuk pasar Indonesia. Model ini bermain di segmen hatchback dan dibekali baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 28,5 kWh atau 39,33 kWh. Tenaga yang dihasilkan mencapai 53 Tk dengan torsi maksimum 110 Nm. Untuk pengisian daya, calon pesaing BYD Atto 1 ini mendukung pengisian cepat DC 67 kW yang memungkinkan baterai terisi penuh dalam waktu sekitar 30 menit. Sementara pengisian DC 7 kW membutuhkan waktu sekitar 9 jam. Varian baterai 28,5 kWh diklaim mampu menempuh jarak hingga 305 km, sedangkan versi 39,33 kWh dapat melaju hingga 405 km dalam sekali pengisian penuh. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang