Rencana investasi Mahindra di Indonesia kembali mencuat setelah adanya kontrak kerja sama antara perusahaan asal India tersebut dengan PT Agrinas Pangan Nusantara. Kerja sama ini tidak hanya berkaitan dengan pengadaan kendaraan, tetapi juga membuka peluang pembangunan fasilitas produksi di Tanah Air. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan, kontrak kerja sama dengan Mahindra terdapat komitmen investasi jangka menengah. Hal ini menjadi bagian dari rencana pengembangan bisnis sekaligus memperkuat kehadiran merek tersebut di pasar Indonesia. Menurut Joao, dalam perjanjian tersebut tidak hanya mencakup penyediaan kendaraan, tetapi juga pengembangan infrastruktur pendukung seperti jaringan bengkel dan diler. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan operasional dan layanan purnajual dapat berjalan dengan baik. Mahindra Scorpio Pikup "Dan rencananya di dalam kontrak khususnya dengan Mahindra selain menyiapkan bengkel-bengkel, menyiapkan diler-diler, mereka juga sudah sepakat mungkin bisa saya tunjukkan nanti bahwa pada 2027 atau sampai 2028 harus membangun pabrik di Indonesia,” ujar Joao, kepada wartawan, saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu. Di sisi lain, pihak pemegang merek Mahindra di Indonesia juga mengakui bahwa wacana pembangunan pabrik sebenarnya sudah lama dibahas. Hal ini menunjukkan adanya keseriusan dari pihak prinsipal maupun mitra lokal untuk memperluas kegiatan industri di dalam negeri. WIlda Bachtiar, General Manager Mahindra RMA Indonesia, mengatakan, pihaknya bersama dengan Mahindra juga sudah mengadakan pembicaraan terkait pembangunan pabrik di Indonesia. Pikap Mahindra "Kalau (bangun) pabrik itu sudah lama kita bicara," ujar Wilda, kepada wartawan, saat ditemui dalam kesempatan berbeda. Namun demikian, Wilda menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai pihak yang akan menanamkan investasi tersebut. Ia menyebut, keputusan tersebut masih menunggu hasil diskusi lanjutan dengan pihak Mahindra. "Semoga sudah," kata Wilda, saat ditanya apakah tahun depan sudah ada hasil dari diskusi tersebut. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang