Pabrik mobil Tata Motors di India Rencana impor 105 ribu kendaraan niaga untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memunculkan perhatian baru di luar isu industri otomotif, yakni kesiapan jaringan purna jual. Armada dalam jumlah besar yang akan digunakan di berbagai wilayah dinilai membutuhkan dukungan servis yang memadai agar operasional tidak terganggu. Pengadaan kendaraan tersebut melibatkan dua produsen otomotif asal India, Tata Motors dan Mahindra & Mahindra, yang akan memasok pikap serta truk ringan. Kendaraan-kendaraan ini direncanakan beroperasi hingga tingkat desa, termasuk wilayah dengan akses layanan otomotif yang selama ini terbatas. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Dalam konteks kendaraan niaga, jaringan purna jual memiliki peran krusial karena kendaraan digunakan secara intensif dan berkelanjutan. Tanpa dukungan servis yang luas dan mudah dijangkau, potensi gangguan operasional dapat meningkat seiring bertambahnya usia dan jam kerja kendaraan.Data jaringan Tata Motors di Indonesia menunjukkan keberadaan sejumlah diler di kota besar maupun kawasan industri. Dari penelusuran VIVA Otomotif Sabtu 21 Februari 2026, titik layanan utama tercatat berada di Jakarta, Bandung, Semarang, Banyumas, Lampung Selatan, Kubu Raya, hingga Balikpapan.Meski tersebar di beberapa wilayah, sebaran tersebut masih terkonsentrasi pada kota tertentu. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai akses layanan bagi kendaraan yang nantinya ditempatkan di desa atau wilayah dengan jarak cukup jauh dari pusat kota.Tata Motors juga memiliki jaringan bengkel bersertifikasi yang bekerja sama dengan mitra lokal di sejumlah provinsi. Bengkel-bengkel tersebut tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi, namun sebagian besar beroperasi sebagai fasilitas independen yang bermitra dengan merek tersebut.Model kemitraan bengkel ini dapat membantu memperluas cakupan layanan, tetapi standar kualitas, ketersediaan suku cadang, serta kesiapan teknisi tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Terlebih kendaraan yang digunakan sebagai armada operasional publik memerlukan kepastian layanan dalam waktu singkat.Di sisi lain, jaringan Mahindra di Indonesia tercatat lebih terbatas dibandingkan Tata Motors. Titik layanan Mahindra berada di Bandung, Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, Jambi, serta Samarinda dengan format layanan 2S maupun 3S.Sebaran layanan yang tidak merata membuat akses purna jual berpotensi menjadi tantangan tersendiri ketika populasi kendaraan meningkat. Kondisi geografis Indonesia yang luas juga dapat memperpanjang waktu tempuh kendaraan menuju fasilitas servis resmi.Kendaraan niaga yang digunakan dalam skema distribusi desa diperkirakan akan menghadapi kondisi operasional beragam, mulai dari jalan perkotaan hingga jalur pedesaan. Intensitas penggunaan yang tinggi meningkatkan kemungkinan kebutuhan perawatan rutin maupun perbaikan komponen. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Dalam situasi tersebut, keberadaan jaringan servis yang dekat dan responsif menjadi faktor penting bagi kelancaran operasional. Keterbatasan akses layanan dapat berujung pada waktu henti kendaraan yang lebih lama dan berdampak pada aktivitas distribusi barang.Selain lokasi fasilitas, isu ketersediaan suku cadang juga menjadi perhatian dalam operasional kendaraan impor. Distribusi komponen, waktu pengiriman, serta harga suku cadang berpotensi memengaruhi biaya operasional jangka panjang.