Pabrik mobil Tata Motors di India Melalui kerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara, Mahindra & Mahindra mendapat porsi pasokan 35.000 unit Scorpio Pik Up yang dijadwalkan dikirim mulai 2026. Kendaraan tersebut akan digunakan sebagai tulang punggung distribusi hasil pertanian dan mobilitas barang dalam ekosistem koperasi desa yang tengah dikembangkan pemerintah. GULIR UNTUK LANJUT BACA Di sisi lain, Tata Motors memperoleh kontrak lebih besar dengan total pasokan 70.000 unit kendaraan. Komposisinya terdiri dari 35.000 unit Yodha pick-up dan 35.000 unit Ultra T.7 truck yang juga akan digunakan untuk mendukung aktivitas logistik pedesaan serta distribusi regional.Skala pengadaan yang besar membuat proyek ini langsung menjadi perhatian karena seluruh kendaraan berasal dari luar negeri. Kondisi tersebut memunculkan diskusi mengenai peluang industri otomotif domestik yang selama ini memiliki basis produksi kendaraan niaga yang cukup kuat.Bagi Mahindra, kontrak ini menjadi tambahan volume signifikan bagi bisnis internasional mereka. CEO Automotive Division Mahindra & Mahindra, Nalinikanth Gollagunta, menyebut kerja sama ini sebagai langkah penting dalam memperkuat operasi global perusahaan.“Kami menantikan kolaborasi ini untuk mendukung koperasi di Indonesia sekaligus memperkuat logistik yang menghubungkan petani dengan pasar secara lebih efisien,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resmi, Jumat 20 Februari 2026. Ia juga menambahkan volume kendaraan dalam proyek ini berpotensi menyamai total ekspor perusahaan pada tahun fiskal sebelumnya.Scorpio Pick-Up yang akan dipasok diproduksi di pabrik Nashik dan dikenal memiliki karakter kendaraan kerja dengan daya tahan tinggi. Model tersebut dirancang untuk menghadapi kondisi operasional berat, mulai dari jalan pedesaan hingga jalur distribusi hasil pertanian.Tak kalah diuntungkan, Tata Motors juga melihat kontrak ini sebagai cerminan penerimaan kendaraan komersial India di pasar global. Director PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Asif Shamim, menyebut pesanan ini memperkuat posisi perusahaan dalam ekspansi internasional.“Pesanan ini menunjukkan kepercayaan pelanggan terhadap kemampuan kendaraan kami beroperasi secara andal di berbagai kondisi,” kata Shamim. Ia menilai penggunaan Yodha dan Ultra T.7 akan membantu meningkatkan konektivitas logistik desa sekaligus menekan biaya distribusi. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Model Yodha sendiri diposisikan sebagai kendaraan pikap untuk mobilitas jarak dekat dan distribusi tingkat desa. Sementara Ultra T.7 dirancang sebagai truk ringan yang menggabungkan efisiensi operasional dengan kenyamanan pengemudi dalam aktivitas logistik sehari-hari.Kombinasi kedua model tersebut dinilai mampu mendukung berbagai kebutuhan koperasi, mulai dari pengangkutan hasil panen hingga distribusi barang antarwilayah. Armada kendaraan akan dikirim secara bertahap melalui program implementasi terstruktur agar dapat langsung terintegrasi dengan aktivitas koperasi di lapangan.