Mencuci mobil sepintas mudah dilakukan dan tak berpeluang mengalami kesalahan. Namun faktanya, dibutuhkan ilmu untuk mencuci mobil agar cat tidak cepat pudar. Konsumen perlu memperhatikan area kotor dan bersih saat menggunakan alat cuci. Keduanya harus dipisah agar kotoran tidak merusak cat mobil. Ari Wijaya, pemilik bengkel auto detailing & protection, King Protection Yogyakarta mengatakan penyebab cat mobil kusam bisa bersumber dari kebiasaan mencuci yang salah. “Partikel debu dan pasir saat proses mencuci bisa menjadi media penggores cat, sehingga tanpa sadar, lama-lama warnanya menjadi pudar, partikel tersebut bisa menempel pada kain lap untuk mencuci,” ucap Ari kepada KOMPAS.com, Sabtu (17/1/2026). Konsumen perlu memisahkan alat cuci bagian roda dan kolong mobil, dengan bagian bodi. Pasalnya, keduanya memiliki karakter kotoran berbeda. “Soalnya di bagian roda itu, kotorannya paling jahat terhadap cat mobil, seperti lumpur tebal, pasir, dan debu rem, maka dari itu lap dan embernya harus berbeda agar kotoaran tidak merusak cat bodi mobil,” ucap Ari. ILustrasi mencuci mobil. Partikel kotoran dapat menyebabkan goresan halus pada cat, sehingga dalam kurun waktu lama dapat membuat warna cat menjadi kusam atau memudar. “Cara yang paling aman, pisah alat cuci (lap, ember) untuk roda dan bodi, mulai dari roda terlebih dulu, setelah selesai, lanjut cuci bodi dari atas ke bawah, terakhir bilas dan lap sampai kering,” ucap Ari. Berikut langkah-langkah mencuci mobil yang benar: Semprot dari atas ke bawah agar pasir dan debu halus rontok saat bilas pertama. Fokus pada bagian roda dan kolong, dan pakai alat cuci khusus karena banyak kotoran keras (pasir, sisa kampas rem), jangan gunakan lap dan ember ini untuk mencuci bodi. Cuci bodi dengan air sabun, celupkan lap ke sabun, usap lurus, satu arah, jangan memutar dan segera dibilas agar tak mengering. Bilas secara menyeluruh dan pastikan tidak ada sisa sabun, pasalnya sabun yang kering bikin bercak Keringkan dengan optimal, jangan sampai kering sendiri agar tak muncul bercak air (water spot) Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang