Komitmen merek otomotif India untuk pasar Indonesia tak berhenti pada urusan pasokan kendaraan bagi program Koperasi Merah Putih. Di balik kerja sama impor yang dijalankan PT Agrinas Pangan Nusantara, terselip janji investasi jangka menengah dari Mahindra dan Tata Motors, termasuk pembangunan pabrik dan penguatan layanan purnajual di Tanah Air. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan bahwa kontrak kerja sama yang diteken bukan sekadar transaksi pembelian kendaraan dalam jumlah besar. Ada komitmen lanjutan yang diikat secara jelas dalam dokumen kerja sama. PT Agrinas Pangan Nusantara resmi mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga asal India untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih dengan nilai kontrak mencapai Rp 24,66 triliun. "Dan rencananya di dalam kontrak khususnya dengan Mahindra selain menyiapkan bengkel-bengkel, menyiapkan diler-diler, mereka juga sudah sepakat mungkin bisa saya tunjukkan nanti bahwa pada 2027 atau sampai 2028 harus membangun pabrik di Indonesia,” ucap Joao di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Artinya, Mahindra tak hanya memasok unit, tetapi juga menyiapkan ekosistem layanan. Kehadiran bengkel resmi dan jaringan diler menjadi bagian dari kewajiban kontraktual, sehingga konsumen Indonesia tidak perlu khawatir soal perawatan maupun ketersediaan suku cadang. “Kemudian untuk Tata sendiri akan membuka pabrik di Indonesia 2029,” ujar Joao. Tata Yodha 2.0 pikap Lebih jauh, Tata Motors Limited disebut terbuka untuk menjajaki pengaturan lain dengan PT TMDI atau PT Tata Motor Indonesia maupun mitra saluran lokal lainnya dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. “Termasuk pengaturan yang melibatkan perakitan unit complete knock down atau semi knock down termasuk suku cadang dan komponen untuk promosi pemasaran distribusi penjualan kendaraan komersil lebih lanjut di wilayah Indonesia,” kata dia. Langkah ini menjadi sinyal bahwa kerja sama tersebut diarahkan untuk bertahap meningkatkan kandungan lokal. Ribuan unit pikap Mahindra buat Koperasi Merah Putih tiba di Tanjung Priok. Dengan model CKD atau SKD, peluang transfer teknologi dan pembukaan lapangan kerja di sektor manufaktur otomotif pun terbuka. Bagi Agrinas, komitmen pembangunan pabrik dan jaringan purnajual ini menjadi jawaban atas kekhawatiran publik terkait layanan jangka panjang kendaraan asal India. Joao menilai, masuknya pemain baru dengan investasi langsung justru dapat memperluas pilihan bagi konsumen sekaligus mendorong iklim persaingan yang lebih sehat. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang