Mobil Mahindra Scorpio Sebelumnya, beredar laporan bahwa pemerintah Indonesia menahan pesanan hingga 105.000 unit kendaraan dari Mahindra dan Tata Motors. Isu itu mencuat setelah pernyataan Menteri Koperasi Ferry Juliantono beberapa waktu lalu yang menyebut impor kendaraan untuk kebutuhan koperasi akan ditangguhkan sembari menunggu pembahasan dengan pemerintah dan DPR. GULIR UNTUK LANJUT BACA Menanggapi hal tersebut, Mahindra mengeluarkan klarifikasi resmi seperti dikutip VIVA Otomotif dari The Economic Times, Selasa 3 Maret 2026. Perusahaan menyatakan telah menerima pesanan 35.000 unit LCV dari perusahaan pelat merah Indonesia, Agrinas Pangan Nusantara, untuk mendukung proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).Mahindra juga menegaskan belum menerima pemberitahuan resmi terkait pembatalan atau penangguhan kontrak. Bahkan, perusahaan mengklaim sudah menerima pembayaran uang muka untuk pengiriman unit.CEO Divisi Otomotif Mahindra, Nalinikanth Gollagunta, menyebut volume 35.000 unit tersebut akan memberikan kontribusi signifikan terhadap performa ekspor perusahaan tahun fiskal ini. Menurut dia, jumlah itu hampir setara dengan total ekspor Mahindra pada tahun fiskal sebelumnya.Adapun kendaraan yang akan dikirim merupakan Scorpio pikap produksi fasilitas Mahindra di Nashik, India. Model ini diposisikan sebagai kendaraan niaga ringan yang tangguh, dengan daya angkut besar serta dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi jalan.Kendaraan tersebut rencananya akan digunakan untuk memperkuat distribusi logistik koperasi di berbagai wilayah Indonesia, terutama dalam mengangkut hasil pertanian dari desa ke pasar. Skema ini diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus meningkatkan efisiensi pasokan.Bagi Mahindra, Indonesia menjadi pasar ekspor yang kian strategis, khususnya di segmen kendaraan niaga ringan. Kontrak ini dinilai mampu memperkuat posisi perusahaan di pasar internasional sekaligus memperluas jejaknya di Asia Tenggara. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Hingga saat ini, belum ada pernyataan lanjutan dari pemerintah Indonesia terkait status keseluruhan rencana impor kendaraan dari India. Namun, dengan adanya klarifikasi dari Mahindra, proyek pengadaan kendaraan untuk koperasi desa dipastikan masih berada dalam jalur yang telah direncanakan.Realisasi pengiriman unit dalam beberapa waktu ke depan akan menjadi indikator penting apakah kerja sama ini berjalan sesuai target atau masih menghadapi dinamika kebijakan lanjutan.