Modifikasi kerap jadi solusi bagi pemilik mobil yang ingin menjaga tampilan kabin tetap segar sekaligus meningkatkan kenyamanan. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah kapan waktu yang tepat untuk mulai melakukan ubahan pada interior. Hardianto, pemilik Classic Car Interior, menilai tidak ada batasan pasti terkait hal tersebut. Meski demikian, kondisi fisik interior bisa menjadi indikator penting, terutama saat mulai terlihat tanda-tanda penurunan kualitas. “Kalau bicara patokan waktu sebenarnya tidak ada. Umumnya material bawaan pabrik bisa awet sampai lima tahun. Tapi kalau kurang dirawat, di usia sekitar tiga tahun biasanya sudah muncul retakan kecil di jok,” ujar pria yang akrab disapa Hardy kepada Kompas.com belum lama ini. Modifikasi interior Toyota HiAce Menurut dia, retakan halus tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Selain mengganggu tampilan, kerusakan bisa cepat menyebar dan membuat kondisi jok semakin tidak nyaman digunakan. Selain faktor usia, masalah lain yang sering memicu pemilik mobil melakukan modifikasi adalah noda yang sulit dihilangkan, khususnya pada jok berbahan kulit. Salah satu kasus yang cukup sering terjadi adalah noda tinta dari pulpen. “Kalau sudah kena tinta, apalagi yang meresap, biasanya susah dibersihkan. Dalam beberapa kasus malah tidak bisa hilang, jadi mau tidak mau harus ganti kulitnya,” kata Hardy. Oleh karena itu, ia menyarankan pemilik kendaraan untuk lebih rutin merawat interior jika ingin menghindari biaya perbaikan atau modifikasi. Perawatan yang tepat dinilai mampu memperpanjang usia pakai material kabin. “Membersihkan saja tidak cukup. Untuk jok kulit, sebaiknya gunakan cairan khusus karena tiap material punya karakter berbeda,” ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang