Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengingatkan pengemudi agar mewaspadai risiko pecah ban saat perjalanan jauh, termasuk saat mudik Lebaran. Ban menjadi komponen vital yang langsung bersentuhan dengan jalan, sehingga kondisinya sangat menentukan keselamatan. KNKT menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan ban sebelum perjalanan. Pastikan ketebalan tapak ban masih layak dan tidak melewati batas indikator keausan. Ahmad Wildan, Ketua Subkomite Lalu Lintas Angkutan Jalan KNKT mengatakan pengendara perlu rutin memeriksa tekanan udara ban sebelum bepergian dan saat masuk rest area. “Udara bertekanan di dalam ban bisa berkurang saat perjalanan, baik karena suhu lingkungan atau ada kebocoran, maka dari itu penting untuk rutin memeriksa tekanan ban, karena satu satunya penyebab pecah ban adalah tekanan udara kurang,” ucap Wildan kepada KOMPAS.com, Selasa (10/3/2026). Tekanan udara ban harus sesuai rekomendasi pabrikan. Ban yang terlalu kempis berisiko meningkatkan panas dan berpotensi menyebabkan pecah ban. Ilustrasi ban. Selain itu, pengemudi disarankan memeriksa kondisi dinding ban. Retakan kecil atau benjolan pada ban bisa menjadi tanda kerusakan struktur yang berbahaya saat mobil melaju cepat. “Pastikan kondisi ban yang akan digunakan untuk mudik dalam keadaan baik, tidak rusak seperti kelihatan benang atau kawatnya, ada benjolan dan sebagainya,” ucap Wildan. KNKT juga mengingatkan agar tidak membawa muatan berlebihan. Beban kendaraan yang terlalu berat membuat ban bekerja lebih keras dan suhu ban meningkat. Profil Sedyatmo insinyur penerima pondasi cakar ayam yang namanya diabadikan sebagai nama jalan tol di Jakarta yakni Tol Bandara Soetta. Kecepatan kendaraan perlu dijaga, terutama saat melaju di jalan tol seperti jaringan Tol Trans-Jawa. Kecepatan tinggi dalam waktu lama dapat membuat suhu ban meningkat drastis. Pengemudi juga disarankan beristirahat secara berkala. Saat berhenti di rest area,kondisi ban bisa dicek kembali untuk memastikan tidak ada kerusakan. Selain ban utama, kondisi ban cadangan juga perlu diperiksa. Banyak pengemudi sering mengabaikan ban cadangan sehingga tidak siap digunakan saat darurat. Ban Cadangan Velg Kaleng 195/50 R16 Suzuki Fronx GL “Ingat, ban cadangan hanya digunakan untuk menuju tempat tambal ban, dan selama digunakan jangan dengan kecepatan tinggi, ini berisiko pecah,” ucap Wildan. Dengan melakukan pemeriksaan sederhana sebelum perjalanan, risiko pecah ban saat mudik bisa diminimalkan. Persiapan kendaraan yang baik menjadi salah satu kunci utama keselamatan selama perjalanan jauh. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang