Menjelang mudik Lebaran, pemilik kendaraan disarankan melakukan servis mobil secara menyeluruh agar perjalanan jauh tetap aman dan nyaman. Pemeriksaan ini penting untuk mencegah risiko mogok, rem blong, hingga pecah ban di tengah perjalanan. Kamal, pemilik Bengkel Kafka di Cifor, Bogor, mengatakan sebelum mobil digunakan untuk mudik, wajib cek kapasitas oli mesin, air radiator, minyak rem, serta tekanan ban dan ban cadangan. "Sediakan juga tool kit standar seperti kunci roda, dongkrak, tang, obeng, serta kunci pas ukuran 10, 12, dan 14," kata Kamal kepada Kompas.com, belum lama ini. Selain itu, Kamal menyarankan pemilik kendaraan untuk mengganti oli dan melakukan tune-up sebelum mobil dipakai perjalanan jarak jauh. Servis sistem pengereman juga tak kalah penting untuk memastikan keamanan selama di jalan. Servis mobil Chevrolet di Mentari Motor "Servis dan setel remnya, seperti kaliper, kampas rem, dibersihkan semua. Buang angin rem dan setel rem tangan," kata Kamal. Ia juga mengingatkan agar komponen kaki-kaki diperiksa secara detail. Jika muncul bunyi asing atau gejala tidak nyaman, sebaiknya segera dilakukan penggantian untuk mencegah risiko seperti shockbreaker mati atau bushing getas saat perjalanan. Senada dengan itu, Hasan Ariyanto, pemilik Mandiri Auto Klaten, mengatakan perjalanan mudik biasanya memakan waktu cukup lama sehingga mobil perlu diservis jauh-jauh hari agar persiapan lebih matang. Menurut Hasan, pemeriksaan sistem rem menjadi salah satu bagian paling krusial dalam servis mobil sebelum mudik. “Dengan melakukan servis maka akan diperiksa kondisi sistem rem pada mobil, apakah semua fungsi bekerja normal atau tidak, penting juga memeriksa ketebalan kampas rem, bila sudah mendekati limit kan sebaiknya diganti,” ucap Hasan. Pemeriksaan kondisi ban juga diperlukan agar tidak memaksakan penggunaan ban yang sudah aus. Risiko seperti pecah ban atau selip bisa terjadi apabila kondisi ban tidak layak pakai. Selain itu, performa mesin perlu dipastikan dalam kondisi optimal melalui tune-up atau pengecekan menyeluruh seluruh sistem mesin. “Perlu diperiksa sistem pendingin mesin seperti radiator dan sejenisnya, lalu bagaimana efisiensi atau kesempurnaan pembakarannya agar dihasilkan tenaga optimal dan irit BBM selama perjalanan,” ucap Hasan. Hasan menambahkan, pemeriksaan drive belt juga penting karena komponen tersebut bisa aus seiring pemakaian. Jika dibiarkan, ada risiko putus saat perjalanan yang berpotensi mengganggu sistem mesin. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang