Mobil listrik. Mobil listrik sering dianggap lebih hemat biaya operasional dibanding kendaraan bermesin bensin atau diesel. Namun, ada satu faktor yang kerap luput dari perhatian calon pembeli, yakni depresiasi atau penurunan nilai jual yang sangat cepat. Sejumlah studi menunjukkan bahwa rata-rata mobil listrik mengalami penurunan nilai sekitar 59 persen setelah lima tahun pemakaian. Angka tersebut lebih besar dibanding mobil bermesin konvensional yang rata-rata mengalami depresiasi sekitar 40 hingga 50 persen dalam periode yang sama. GULIR UNTUK LANJUT BACA Perkembangan teknologi baterai yang sangat cepat, perang harga antarprodusen, hingga munculnya model-model baru dengan jarak tempuh lebih jauh menjadi beberapa faktor yang membuat harga mobil listrik bekas turun drastis.Berikut lima mobil listrik yang tercatat mengalami depresiasi lebih dari 60 persen dalam lima tahun, disadur VIVA Otomotif dari Slashgear, Rabu 3 Juni 2026:1. Audi e-tron GTAudi e-tron GT menjadi salah satu mobil listrik dengan penurunan nilai terbesar di pasar. Dalam berbagai studi, model ini disebut mengalami depresiasi antara 60 hingga lebih dari 70 persen setelah lima tahun.Sebagai sedan listrik premium yang berbagi banyak komponen dengan Porsche Taycan, e-tron GT memiliki harga baru yang sangat tinggi. Namun ketika masuk pasar mobil bekas, permintaannya tidak sebesar SUV atau crossover, sehingga nilainya turun cukup tajam. Selain itu, perkembangan teknologi kendaraan listrik yang cepat membuat model generasi awal menjadi kurang menarik dibanding produk terbaru.2. Jaguar I-PaceJaguar I-Pace juga masuk dalam daftar mobil listrik dengan nilai jual kembali terburuk. Dalam lima tahun, depresiasinya disebut mencapai lebih dari 70 persen.Sebagai mobil listrik massal pertama Jaguar, I-Pace sebenarnya menawarkan desain premium dan performa yang menarik. Namun perubahan strategi bisnis Jaguar menuju merek listrik murni serta ketidakpastian masa depan produk-produknya ikut memengaruhi harga jual bekas. Kondisi tersebut membuat banyak konsumen memilih menunggu model baru dibanding membeli unit bekas.3. Tesla Model SSedan flagship Tesla ini juga mengalami penurunan nilai yang signifikan. Dalam lima tahun, harga bekasnya dapat turun lebih dari 60 persen. Salah satu penyebab utamanya adalah kebijakan Tesla yang beberapa kali memangkas harga kendaraan baru. Ketika harga mobil baru turun, harga mobil bekas otomatis ikut terkoreksi.Selain itu, tren pasar global yang lebih menyukai SUV dibanding sedan membuat permintaan terhadap Model S tidak sebesar beberapa tahun lalu.4. Nissan LeafMeski tidak termasuk mobil premium, Nissan Leaf juga mengalami depresiasi yang cukup besar. Penurunan nilainya dilaporkan berada di kisaran 63 hingga 66 persen setelah lima tahun penggunaan. Faktor yang memengaruhi antara lain kapasitas baterai generasi lama, jarak tempuh yang kalah dari mobil listrik modern, serta kecepatan pengisian daya yang tidak lagi kompetitif.Meski demikian, dari sisi nominal kerugian, Nissan Leaf masih lebih rendah dibanding model premium karena harga jual barunya jauh lebih terjangkau. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA 5. Tesla Model XSelain Model S, Tesla Model X juga masuk dalam daftar mobil listrik dengan depresiasi tertinggi. SUV listrik ini disebut mengalami penurunan nilai sekitar 61 hingga 67 persen dalam lima tahun. Meski berstatus SUV, usia model yang sudah cukup lama membuatnya harus bersaing dengan kendaraan listrik generasi baru yang menawarkan teknologi baterai lebih mutakhir dan jarak tempuh lebih jauh.