Perum DAMRI terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi hijau di sektor transportasi jalan nasional. Terbaru, BUMN penyedia jasa transportasi ini berpartisipasi aktif dalam proyek percontohan konversi bus Hydrogen–Diesel Dual Fuel (H2 DDF) pertama di Indonesia. Inovasi moda transportasi ramah lingkungan tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026). Langkah strategis ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan teknologi armada transportasi publik rendah emisi sekaligus mempercepat pembentukan ekosistem hidrogen nasional. DAMRI konversi bus jadi berbahan bakar hidrogen dan bio solar Pangkas Emisi Gas Buang Hingga 60 Persen Teknologi H2 DDF bekerja dengan mengonversi mesin bus konvensional agar mampu memanfaatkan hidrogen sebagai bahan bakar pendamping (dual fuel) bersama biosolar. Dengan skema ini, konsumsi biosolar dapat ditekan sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi secara signifikan. Berdasarkan pengujian emisi statis yang dilakukan oleh PT Sucofindo (Persero), penerapan teknologi H2 DDF terbukti ampuh mereduksi kadar emisi gas buang beracun seperti Karbon Monoksida (CO), Karbon Dioksida (CO?), serta Nitrogen Oksida (NOx) hingga kurang lebih 60 persen jika dibandingkan dengan penggunaan biosolar murni 100 persen. Direktur Teknik dan Fasilitas Perum DAMRI Arifin, menyatakan bahwa partisipasi DAMRI dalam proyek ini merupakan bukti konkret kesiapan perusahaan dalam menyambut era transportasi bersih. DAMRI konversi bus jadi berbahan bakar hidrogen dan bio solar "Keterlibatan kami dalam pilot project H2 DDF menjadi bukti nyata bahwa DAMRI siap berkolaborasi dalam mengembangkan teknologi transportasi rendah emisi sekaligus mendukung penguatan ekosistem hidrogen di Indonesia," ujar Arifin dalam keterangan resmi, Selasa (21/7/2026). Kolaborasi Lintas Sektor dan Verifikasi Keamanan Pengembangan bus hidrogen-diesel ini merupakan buah kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan Kementerian ESDM, Perum DAMRI, PT PLN (Persero), PT Sucofindo (Persero), dan PT Tritunggal Prakasa Global. Dalam sinergi ini, DAMRI berperan menyediakan unit armada bus yang digunakan untuk pengujian dan implementasi langsung di lapangan. Guna menjamin keamanan operasional, PT Sucofindo (Persero) bertindak sebagai pihak ketiga independen yang melakukan proses verifikasi serta assurance mencakup aspek keselamatan, keandalan, dan kesesuaian teknis armada. Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Sandry Pasambuna, menyampaikan bahwa peran pengujian dan verifikasi independen sangat krusial agar adopsi energi baru terbarukan dapat berjalan aman dan terukur. "Melalui verifikasi dan assurance yang kami lakukan, penerapan teknologi hidrogen dapat berlangsung secara aman, terukur, dan sesuai standar yang berlaku," kata Sandry. Sinergi Bus Listrik dan Hidrogen Inovasi bus hidrogen ini melengkapi langkah elektrifikasi armada yang sebelumnya telah dijalankan DAMRI. Saat ini, DAMRI telah mengoperasikan sebanyak 316 unit bus listrik yang melayani rute Transjakarta di Ibu Kota. Dengan mengombinasikan armada bus listrik berbasis baterai dan pengembangan bus berteknologi hidrogen, DAMRI optimistis mampu mendorong dekarbonisasi sektor transportasi jalan nasional secara lebih cepat dan efisien di masa mendatang.